< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 7 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

287

H a l a m a n

Regulasi

Regulasi memegang peranan yang paling

dalam bisnis telekomunikasi. Ada banyak

aspek regulasi yang mempengaruhi

pertumbuhan

bisnis

telekomunikasi

bergerak pita lebar seperti ketersedian

spektrum frekuensi, tarif, interkoneksi,

konten, dan penomoran. (Gunawan

Wibisono dan Gunadi Dwi Hutomo, 2010;

196)

Regulasi yang berkaitan dengan masalah

pengadaan jaringan LTE ini ialah berkaitan

dengan regulasi frekuensi. Frekuensi

merupakan sumber daya yang terbatas,

oleh karena itu pemanfaatannya harus

untuk sebesar-besarnya kemakmuran

rakyat.

Berikut ini daftar regulasi

telekomunikasi di Indonesia. Referensi

diambil dari website Ditjen Postel

(sekarang

Ditjen

Pos

dan

Penyelenggaraan

Informatika)

Kementerian Kominfo. UNDANG-UNDANG

DAN PERATURAN PEMERINTAH UU

a. No.36

Tahun

1999

tentang

Telekomunikasi

b. PP No.52 Tahun 2000 tentang

Penyelenggaraan

Telekomunikasi

Jaringan Telekomunikasi.

c.

Kepmenhub No. 20 Tahun 2001

Penyelenggaraan

Jaringan

Telekomunikasi.

Pemerintah sudah memberikan jatah

frekuensi

kepada

MNC

Skyvision

(Indovision), perusahaan televisi berbayar

sebesar 2.6Ghz yang baru diberikan

150MHz

dan

belum

digunakan

sepenuhnya. Sedangkan untuk frekuensi

rendah yang bisa digunakan oleh LTE

adalah 800Mhz masih digunakan oleh

(

www.teknoup.com

)

diakses pada 30 Mei 2012).

Hardware dan Software

Di Indonesia hardware berupa teknologi

dari LTE sendiri yang telah di uji coba oleh

beberapa operator di Indonesia bukanlah

merupakan teknologi standard dari LTE

4G yang sebenarnya. Teknologi yang telah

diuji coba di Indonesia merupakan LTE

release – 8 yang mana teknologi tersebut

hanya masih memenuhi spesifikasi 3GPP

Third Generation Partneurship Project

dan belum memenuhi spesifikasi standar

IMT-andvanced.

Selain itu, menurut Division Head Public

Relation Indosat Bapak Djarot Handoko

pada salah satu media cetak mengatakan

perluasan teknologi 4G di Indonesia masih

terkendala

terbatasnya

modem

pendukungnya. "Modem untuk 4G masih

sangat terbatas dan infrastruktur yang

mendukung 4G belum merata di seluruh

Indonesia. "Seperti 3G, saat awal belum

banyak perangkat yang mendukung,

seiring bertambahnya permintaan maka

perangkat itu akan muncul dengan

sendirinya,” tambahnya.

Faktor Utama yang menyebabkan layanan

LTE 4G belum ada di Indonesia

Dari kedua faktor penyebab belum adanya

layanan LTE 4G di Indonesia saat ini yang

menjadi faktor utama ialah dari masalah

regulasi di Indonesia sendiri yang belum

mengatur masalah ini. Terutama regulasi

tentang frekuensi yang dapat digunakan.

Menurut Joko Suryana salah satu pakar

Telekomunikasi dalam salah satu artikel

media cetak mengatakan beberapa pita

frekuensi yang biasa digunakan oleh

operator LTE di dunia yaitu 700/800 MHz,

1800 MHz, 2100 MHz dan 2600 MHz.

Permasalahannya

di

Indonesia

tambahnya, frekuensi – frekuensi yang

telah disebutkan diatas seluruhnya sudah

digunakan bai oleh operator selular

maupun

perurasahaan

penyiaran

(Broadcasting) sehingga saat ini tidak ada

lagi alokasi frekuensi yang kosong atau

tersedia untuk LTE.

Kemudian menurut Herfini Haryono,

Fadhli Fauzi, Gevin Sepria Harly, Hanrais HS