< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9

Page 4 of 9
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

294

H a l a m a n

sumber daya.

6. Bahan bangunan berasal dari material-

material yang dapat didaur ulang

kembali.

7. Bahan-bahan yang digunakan bukan

bahan-bahan yang beracun, baik ketika

pembuatan

maupun

bahan-bahan

tersebut telah siap pakai.

Eco-Industrial Park

disingkat EIP merupakan sekumpulan

industri (penghasil produk atau jasa) yang

berlokasi pada suatu tempat dimana para

pelaku-pelaku

didalamnya

secara

bersama-samamencoba

meningkatkan

performansi ekonomi bagi industri-industri

didalamnya

dengan

meminimalisasi

dampak lingkungan. (Djajadiningrat dan

Famiola, 2004: 80).

Eco-

Industrial

Park

(EIP)

menurut

Djajadiningrat dan Famiola (2004: 81)

cluster

2. Sebuah

kumpulan

perusahaan-

perusahaan yang memiliki teknologi

ramah lingkungan.

3. Sebuah kumpulan perusahaan yang

membuat suatu produk hijau.

4. Sebuah kawasan industri yang hanya

menerapkan hanya satu tema yang

berhubungan

dengan

lingkungan,

seperti

kawasan

industri

yang

merupakan kumpulan perusahaan

yang memanfaatkan tenaga matahari,

dan lain-lain.

5. Sebuah

kawasan

industri

yang

memiliki infra struktur yang ramah

lingkungan.

Anja-Katrin

Fleig

(2000)

dalam

Djajadiningrat dan Famiola (2004: 82)

menyebutkan bahwa adanya perbedaan

nyata anatara EIP dan kawasan industri

yang telah ada sekarang ini :

1. Tingginya kerjasama atau pertukaran

antara

perusahaan-perusahaan,

pengelolaan

kawasan

dan

para

pembuat kebijakan lokal diwilayah

tempat EIP tersebut berkembang.

2. Para aktor atau pelaku usaha dalam

EIP selalu bekerja keras untuk

mewujudkan satu visi dari aktivitas

industri

yang

dilakukan

untuk

mencapai suatu keberlanjutan yang

berkaitan dengan aspek ekonomi,

sosial dan ekologis.

Eco-Industrial Park

menurut Djajadiningrat dan Famiola

(2004: 82), yaitu:

1. Manfaat

bagi

industri

yaitu

memberikan

kesempatan

bagi

anggotanya untuk mengurangi biaya-

biaya

produksi

melalu

efisiensi

terhadap material dan energi, daur

ulangsampah/limbah

industri

dan

meminimalisasi biaya-biaya tambahan

yang mungkin timbul karena denda

yang berhubungan dengan aturan-

aturan

pemerintah

terhadap

pelanggaran perusakan lingkungan

dari

aktivitas

perusahaan

yang

dilakukan. Kemudian adanya suatu

pemanfaatan berbagai fasilitas atau

layanan

jasa

bersama

antara

anggotanya dalam kawasan tersebut,

seperti adanya berbagi biaya-biaya

antar

perusahaan

sehingga

anggotanya

dapat

memperoleh

efisiensi ekonomi yang lebih besar

melalui kolaborasi tersebut.

2. Manfaat bagi lingkungan, seperti

mengurangi sumber-sumber polusi,

limbah dan sampah, juga mengurangi

pemanfaatan sumber daya yang

berlebihan.

3. Manfaat

bagi

komunitas

atau

masyarakat

adalah

menciptakan

program baru bagi ekonomi regional

yang

bersangkutan

dan

juga

memperoleh keuntungan lingkungan

dari kemajuan yang diperoleh dari

sektor industri mereka.

Eco-

Industrial

Park

(EIP)

menurut

Djajadiningrat dan Famiola (2004: 84)

yaitu suatu usaha yang sangat kompleks,

membutuhkan intergarasi dari berbagai

Ida Handayani, Ivo Rolanda