< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9

Page 7 of 9
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

297

H a l a m a n

Green ICT

Indonesia

green ICT

komitmen Huawei untuk lebih peduli

terhadap

lingkungan

sekitar

dan

mengurangi emisi CO2 sesuai dengan

Green Communications, Green

,

Green

World

Huawei

menerapkan konsep green ICT secara

internal sejak 2005 dan terus berlanjut ke

device

maupun

solusi

lainnya

yang

mengedepankan efisiensi dan ramah

lingkungan.

green ICT

Huawei

adalah

selalu

proaktif

mengembangkan solusi energi baru dan

menggalakkan penggunaan energi daur

ulang

yang

dapat

berguna

untuk

mengurangi emisi karbon. Mengatasi

dampak lingkungan yang berasal dari

peralatan dan hasil logistik pabrik dengan

menerapkan manajemen pemantauan

supply chain

Huawei telah berhasil mendaur ulang 80%

limbah buang yang terdiri dari daur ulang

kertas yang hampir setara dengan

pengurangan 240 ton emisi CO2. Tak

hanya itu, Huawei juga berhasil menekan

penggunaan listrik hampir 40% di kantor

pusat dengan menggunakan teknologi

lampu T5s. Melalui kebijakan teknologi ini,

Huawei berhasil menekan 1,3 juta kilowatt

konsumsi listrik setiap tahun. Huawei

berinisiatif mengaplikasikan kebijakan ini

di semua kantor cabang di seluruh dunia

untuk mengurangi dampak buruk emisi

CO2 dan efek rumah kaca demi

kenyamanan dan kelestarian bumi.

Selain itu, Huawei juga telah mengadopsi

virtualisasi

sejumlah server dengan konsumsi energi

tinggi bisa dialihkan ke satu server saja.

Melalui teknologi virtualisasi ini sebanyak

8-15 server bisa dialihkan ke satu server.

Dengan begitu, konsumsi daya menurun

tajam hingga 40%. Penerapan green ICT

ini memberi manfaat bagi Huawei, baik

dari sisi biaya produksi maupun efisiensi

yang luar biasa. Huawei akan terus

green company

Dengan melihat langkah dari penerapan

yang telah dilakukan oleh XL, Telkomsel

dan PT Huawei Indonesia, saat ini

sebagian perusahaan besar di perusahaan

Green

ICT

telekomunikasi,

namun

dalam

Green ICT

pengolahan limbah tersebut memerlukan

investasi awal yang cukup besar sehingga

memerlukan suatu langkah nyataagar

Green ICT

efektif dan efisien baik dari sisi ekonomis

untuk perusahaan dan pengaruhnya bagi

lingkungan.Dengan melakukan konsep

Eco-Industrial

Park

(EIP)

dimana

sekumpulan industriberlokasi pada suatu

tempat yang mana anggotanya secara

bersama-sama mencoba meningkatkan

performansi ekonomi bagi industri-industri

didalamnya

dengan

meminimalisasi

dampak

lingkungan,

salah

satunya

dengan cara melakukan sharing biaya-

biaya antar perusahaan yang memiliki

konsep yang sama sehingga dapat

membantu

perusahaan

memperoleh

efisiensi ekonomi yang lebih besar melalui

kolaborasi untuk menciptakan suatu

industri yang ramah lingkungan seperti

dapat meminimalisasi penggunaan energi,

bahan baku serta meminimalisir limbah

dan terjalinnya hubungan sosial.

Perusahaan - perusahaan telekomunikasi

tersebut dapat secara bersama-sama

recyle

sudah tidak terpakai lagi, seperti mendaur

hand phone

perangkat lainnya yang sudah tidak

terpakai untuk dimanfaatkan kembali.

perusahaan telekomunkasi juga bisa

bersama-sama menggunakan server yang

Ida Handayani, Ivo Rolanda