< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 2 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

42

H a l a m a n

Kota Baru Tegalluar direncanakan sebagai

suatu kawasan perkotaan, dimana perenca-

naan pengembangannya dititkberatkan un-

tuk wilayah industri dan pemukiman se-

hingga dibutuhkan analisis kebutuhan pan-

jang jalan untuk wilayah tersebut. Analisis

kebutuhan panjang jalan ini disusun ber-

dasarkan parameter-parameter perenca-

naan pengembangan wilayah yang telah

ada. Penelitian ini berdasarkan kriteria

fungsi, manfaat, keseimbangan dan aspek

lingkungan sehingga terciptanya suatu jarin-

gan jalan yang optimal sesuai dengan stan-

dar pelayanan minimum jalan.

Studi Literatur

Pembahasan dimulai dengan studi literatur

mengenai konsep jaringan jalan menurut

perundang-undangan,

peraturan

dan

standar nasional terkait yang dilanjutkan

dengan studi teoretis mengenai konsep

hirarki fungsi jalan dalam keterkaitannya

dengan

pengembangan

wilayah

dan

pengelolaan prasarana jalan.

Peraturan Perundangan Terkait Jaringan

Jalan di Indonesia

Berdasarkan Undang Undang No. 38 Tahun

2004, jalan sebagai bagian prasarana

transportasi mempunyai peran penting

dalam bidang ekonomi, sosial budaya,

lingkungan hidup, politik, pertahanan dan

keamanan, serta dipergunakan untuk

sebesar-besarnya

kemakmuran

rakyat.

Kesatuan

ruas

jalan

yang

saling

berhubungan dan mengikat pusat-pusat

kegiatan di dalam ruang wilayah yang

berada dalam pengaruh pelayanan dalam

suatu hubungan hirarki membentuk suatu

sistem jaringan yang dikenal dengan sistem

jaringan jalan. Penyusunan jaringan jalan

dilakukan dengan mengacu pada rencana

tata

ruang

wilayah

dan

dengan

memperhatikan

keterhubungan

antar

kawasan. Sistem jaringan jalan terdiri atas

sistem jaringan jalan primer dan sistem

jaringan sekunder.

Sistem Jaringan Jalan

Berdasarkan Undang Undang No. 38 Tahun

2004, sistem jaringan jalan primer

merupakan sistem jaringan jalan dengan

peranan pelayanan distribusi barang dan

jasa untuk pengembangan semua wilayah di

tingkat nasional, dengan menghubungkan

semua simpul jasa distribusi yang berwujud

pusat-pusat kegiatan. Sistem jaringan jalan

sekunder merupakan sistem jaringan jalan

dengan peranan pelayanan distribusi

barang dan jasa untuk masyarakat di dalam

kawasan perkotaan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 34

Tahun 2006, sistem jaringan jalan primer

disusun berdasarkan rencana tata ruang

dan pelayanan distribusi barang dan jasa

untuk pengembangan semua wilayah di

tingkat nasional, dengan menghubungkan

semua simpul jasa distribusi yang berwujud

pusat-pusat kegiatan sebagai berikut:

a. menghubungkan

secara

menerus

pusat

kegiatan

nasional,

pusat

kegiatan wilayah, pusat kegiatan lokal

sampai ke pusat kegiatan lingkungan;

dan

b. menghubungkan antarpusat kegiatan

nasional.

Sistem jaringan jalan sekunder disusun

berdasarkan rencana tata ruang wilayah

kabupaten/kota dan pelayanan distribusi

barang dan jasa untuk masyarakat di dalam

kawasan perkotaan yang menghubungkan

secara menerus kawasan yang mempunyai

fungsi primer, fungsi sekunder kesatu,

fungsi sekunder kedua, fungsi sekunder

Mohamad Donie Aulia, ST., MT