< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 3 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

43

H a l a m a n

ketiga, dan seterusnya sampai ke persil.

Hirarki Fungsi Jalan

Jalan

umum

menurut

fungsinya

dikelompokkan ke dalam jalan arteri, jalan

.

 Jalan arteri merupakan jalan umum

yang berfungsi melayani angkutan

utama dengan ciri perjalanan jarak jauh,

kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah

jalan masuk dibatasi secara berdaya

 Jalan kolektor merupakan jalan umum

yang berfungsi melayani angkutan

pengumpul atau pembagi dengan ciri

perjalanan jarak sedang, kecepatan rata

-rata sedang, dan jumlah jalan masuk

 Jalan lokal merupakan jalan umum yang

berfungsi melayani angkutan setempat

dengan ciri perjalanan jarak dekat,

kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah

 Jalan lingkungan merupakan jalan

umum

yang

berfungsi

melayani

angkutan

lingkungan

dengan

ciri

perjalanan jarak dekat, dan kecepatan

Fungsi jalan yang dimaksud pada Undang

Undang terdapat pada sistem jaringan jalan

primer dan sistem jaringan jalan sekunder.

Fungsi jalan pada sistem jaringan primer

dibedakan atas arteri primer, kolektor

.

 Jalan arteri primer menghubungkan

secara

berdaya

guna

antarpusat

kegiatan nasional atau antara pusat

kegiatan nasional dengan pusat kegiatan

 Jalan kolektor primer menghubungkan

secara berdaya guna antara pusat

kegiatan nasional dengan pusat kegiatan

lokal, antarpusat kegiatan wilayah, atau

antara pusat kegiatan wilayah dengan

 Jalan lokal primer menghubungkan

secara berdaya guna pusat kegiatan

nasional

dengan

pusat

kegiatan

lingkungan, pusat kegiatan wilayah

dengan pusat kegiatan lingkungan,

antarpusat kegiatan lokal, atau pusat

kegiatan lokal dengan pusat kegiatan

lingkungan, serta antarpusat kegiatan

lingkungan.

 Jalan

lingkungan

primer

menghubungkan antarpusat kegiatan di

dalam kawasan perdesaan dan jalan di

k

Fungsi jalan pada sistem jaringan sekunder

dibedakan atas arteri sekunder, kolektor

sekunder, lokal sekunder, dan lingkungan

sekunder.

 Jalan arteri sekunder menghubungkan

kawasan primer dengan kawasan

sekunder kesatu, kawasan sekunder

kesatu dengan kawasan sekunder

kesatu, atau kawasan sekunder kesatu

 Jalan kolektor sekunder menghubungkan

kawasan sekunder kedua dengan

kawasan sekunder kedua atau kawasan

sekunder kedua dengan kawasan

perumahan, kawasan sekunder kedua

dengan perumahan, kawasan sekunder

ketiga dan seterusnya sampai ke

 Jalan

lingkungan

sekunder

menghubungkan

antarpersil

dalam

kawasan perkotaan.

Status Jalan

Undang Undang No. 38 Tahun 2004

mengatur jalan menurut statusnya. Jalan

umum dikelompokkan ke dalam jalan

nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten,

jalan kota, dan jalan desa.

Mohamad Donie Aulia, ST., MT