< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 4 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

44

H a l a m a n

 Jalan nasional merupakan jalan arteri

dan jalan kolektor dalam sistem jaringan

jalan primer yang menghubungkan

antaribukota provinsi, dan jalan strategis

nasional, serta jalan tol.

 Jalan provinsi merupakan jalan kolektor

dalam sistem jaringan jalan primer yang

menghubungkan

ibukota

provinsi

dengan ibukota kabupaten/kota, atau

antaribukota kabupaten/kota, dan jalan

strategis provinsi.

 Jalan kabupaten merupakan jalan lokal

dalam sistem jaringan jalan primer yang

tidak termasuk pada jalan nasional dan

jalan provinsi yang menghubungkan

ibukota kabupaten dengan ibukota

kecamatan, antaribukota kecamatan,

ibukota

kabupaten

dengan

pusat

kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal,

serta jalan umum dalam sistem jaringan

jalan

sekunder

dalam

wilayah

kabupaten,

dan

jalan

strategis

kabupaten.

 Jalan kota adalah jalan umum dalam

sistem jaringan jalan sekunder yang

menghubungkan antarpusat pelayanan

dalam kota, menghubungkan pusat

pelayanan

dengan

persil,

menghubungkan

antarpersil,

serta

menghubungkan

antarpusat

permukiman yang berada di dalam kota.

 Jalan desa merupakan jalan umum yang

menghubungkan kawasan dan/atau

antarpermukiman di dalam desa, serta

jalan lingkungan.

Persyaratan Teknis Jalan

Selain klasifikasi menurut hirarki fungsi dan

status jalan yang telah dipaparkan

berdasarkan Undang Undang dan Peraturan

Pemerintah, terdapat pula klasifikasi detail

untuk hirarki fungsi jalan berdasarkan

persyaratan teknis. Persyaratan teknis jalan

meliputi kecepatan rencana, lebar badan

jalan,

kapasitas,

jalan

masuk,

persimpangan

sebidang,

bangunan

pelengkap, perlengkapan jalan, penggunaan

jalan sesuai dengan fungsinya, dan tidak

terputu, dan juga harus memenuhi

ketentuan keamanan, keselamatan, dan

lingkungan. Uraian mengenai klasifikasi

persyaratan teknis jalan untuk jaringan jalan

primer dan jaringan jalan sekunder

dipaparkan pada Tabel 1 dan Tabel 2.

Jaringan Jalan Perkotaan

Seperti yang telah dijelaskan dalan UU

No.38/2004 bahwa jalan kota adalah jalan

umum dalam sistem jaringan jalan

sekunder yang menghubungkan antarpusat

pelayanan

dalam

kota,

dan

juga

menghubungkan pusat pelayanan dengan

persil, menghubungkan antarpersil, serta

menghubungkan antarpusat permukiman

yang berada di dalam kota, maka jaringan

jalan di perkotaan memiliki keterkaitan yang

erat dengan kota itu sendiri, sebagai wilayah

dimana jaringan jalan perkotaan dibangun.

Di dalam suatu wilayah perkotaan umumnya

terbangun jaringan jalan sekunder yang

menjadi sarana fisik untuk pergerakan, baik

di dalam kota itu sendiri maupun antar

wilayah yang bersebelahan dengan kota.

Mohamad Donie Aulia, ST., MT