< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 5 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

45

H a l a m a n

Mohamad Donie Aulia, ST., MT

No

.

Fungsi

Jalan

Persyaratan Teknis

1.

Arteri

Primer

1. Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 60 (enam

puluh) kilometer per jam dengan lebar badan jalan paling sedikit 11

(sebelas) meter.

2. Mempunyai kapasitas yang lebih besar daripada volume lalu lintas rata-

rata.

3. Pada jalan arteri primer lalu lintas jarak jauh tidak boleh terganggu oleh

lalu lintas ulang alik, lalu lintas lokal, dan kegiatan lokal.

4. Jumlah jalan masuk ke jalan arteri primer dibatasi sedemikian rupa

sehingga ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan

ayat (3) harus tetap terpenuhi.

5. Persimpangan sebidang pada jalan arteri primer dengan pengaturan

tertentu harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat

(1), ayat (2), dan ayat (3).

6. Jalan arteri primer yang memasuki kawasan perkotaan dan/atau

kawasan pengembangan perkotaan tidak boleh terputus.

7. Persimpangan sebidang pada jalan arteri sekunder dengan pengaturan

tertentu harus dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) dan ayat (2).

2.

Kolektor

Primer

1. Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 40 (empat

puluh) kilometer per jam dengan lebar badan jalan paling sedikit 9

(sembilan) meter.

2. Mempunyai kapasitas yang lebih besar daripada volume lalu lintas rata-

rata.

3. Jumlah jalan masuk dibatasi dan direncanakan sehingga ketentuan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) masih tetap

terpenuhi.

4. Persimpangan sebidang pada jalan kolektor primer dengan pengaturan

tertentu harus tetap memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada

ayat (1), ayat (2), dan ayat (3).

5. Jalan kolektor primer yang memasuki kawasan perkotaan dan/atau

kawasan pengembangan perkotaan tidak boleh terputus.

3.

Lokal

Primer

1. Jalan lokal primer didesain berdasarkan kecepatan rencana paling

rendah 20 (dua puluh) kilometer per jam dengan lebar badan jalan paling

sedikit 7,5 (tujuh koma lima) meter.

2. Jalan lokal primer yang memasuki kawasan perdesaan tidak boleh

terputus.

4.

Lingku

ngan

Primer

1. Jalan lingkungan primer didesain berdasarkan kecepatan rencana paling

rendah 15 (lima belas) kilometer per jam dengan lebar badan jalan

paling sedikit 6,5 (enam koma lima) meter.

2. Persyaratan teknis jalan lingkungan primer sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) diperuntukkan bagi kendaraan bermotor beroda tiga atau lebih.

3. Jalan lingkungan primer yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan

bermotor beroda tiga atau lebih harus mempunyai lebar badan jalan

paling sedikit 3,5 (tiga koma lima) meter.

Tabel 1. Persyaratan Teknis Jaringan Jalan Primer (PP No. 34/2006 ps. 13 - 16)