< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 6 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

46

H a l a m a n

Mohamad Donie Aulia, ST., MT

No.

Fungsi

Jalan

Persyaratan Teknis

1.

Arteri

Sekunder

1. Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 30 (tiga

puluh) kilometer per jam dengan lebar badan jalan paling sedikit

11 (sebelas) meter.

2. Mempunyai kapasitas yang lebih besar daripada volume lalu

lintas rata-rata.

3. Pada jalan arteri sekunder lalu lintas cepat tidak boleh terganggu

oleh lalu lintas lambat.

4. Persimpangan sebidang pada jalan arteri sekunder dengan

pengaturan tertentu harus dapat memenuhi ketentuan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).

2.

Kolektor

Sekunder

1. Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 20 (dua

puluh) kilometer per jam dengan lebar badan jalan paling sedikit

9 (sembilan) meter.

2. Mempunyai kapasitas yang lebih besar daripada volume lalu

lintas rata-rata.

3. Pada jalan kolektor sekunder lalu lintas cepat tidak boleh

terganggu oleh lalu lintas lambat.

4. Persimpangan sebidang pada jalan arteri sekunder dengan

pengaturan tertentu harus dapat memenuhi ketentuan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).

3.

Lokal

Sekunder

Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 10

(sepuluh) kilometer per jam dengan lebar badan jalan paling sedikit

7,5 (tujuh koma lima) meter.

4.

Lingkung

an

Sekunder

1.

Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 10

(sepuluh) kilometer per jam dengan lebar badan jalan paling

sedikit 6,5 (enam koma lima) meter.

2.

Persyaratan teknis jalan lingkungan sekunder sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi kendaraan

bermotor beroda 3 (tiga) atau lebih.

3.

Jalan lingkungan sekunder yang tidak diperuntukkan bagi

kendaraan bermotor beroda 3 (tiga) atau lebih harus

mempunyai lebar badan jalan paling sedikit 3,5 (tiga koma

lima) meter.

Tabel 2. Persyaratan Teknis Jaringan Jalan Sekunder (PP No. 34/2006 ps. 17 - 20)