< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

79

H a l a m a n

Sikap menurut Siegel & Marconi (1989 :

26) menyatakan bahwa :

”Attitudes are learned tendencies to react in

a consistently favorable or unfavorable

manner toward people, objects, ideas, or

situations. The term attitude object is used

to incorporate all the objects toward which a

person might react”.

Sikap menurut Arfan Ikhsan & Muham-

mad Ishak (2008 : 43) menyatakan bahwa :

”Sikap adalah suatu hal yang mempelajari

mengenai seluruh tendensi tindakan, baik

yang menguntungkan maupun yang kurang

menguntungkan, tujuan manusia, objek,

gagasan, atau situasi. Istilah objek dalam

sikap digunakan untuk memasukan semua

objek yang mengarah pada reaksi

seseorang. Sikap bukanlah perilaku, namun

sikap menghadirkan suatu kesiapsiagaan

untuk tindakan yang mengarah pada

perilaku”.

Berdasarkan kelima definisi tersebut

diatas, dapat disimpulan bahwa sikap

adalah suatu kecenderungan untuk mere-

spon perasaan baik secara positif maupun

negative atau keadaan mental melalui pen-

galaman terhadap objek, orang atau

peristiwa, ke arah mana seseorang akan

bereaksi terhadap lingkungannya.

2 Akuntan Publik

Auditing

dan dipimpin oleh seorang yang mempunyai

registered accountant

mempunyai izin praktik sebagai Akuntan

Publik dari Menteri Keuangan. Pelaksana

pemeriksaan haruslah seorang yang mem-

punyai pendidikan, pengalaman dan keahl-

ian di bidang akuntansi, perpajakan, sistem

akuntansi dan pemeriksaan akuntansi. Apa-

bila Akuntan Publik dan staff audit tidak

memiliki keahlian, tidak mungkin pemerik-

saan dilakukan secara kritis (cermat, hati-

hati dan waspada terhadap kemungkinan-

kemungkinan terjadinya penyimpangan atau

kesalahan).

Definisi dari Akuntan Publik menurut

Sukrisno Agoes (2007 : 47) menyatakan

bahwa :

“Akuntan Publik adalah akuntan yang

memiliki izin dari menteri keuangan atau

pejabat yang berwenang lainnya untuk men-

jalankan praktik Akuntan Publik”.

Menurut peraturan Menteri Keuangan

Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa

Akuntan Publik, menyatakan bahwa :

“Akuntan Publik adalah akuntan yang telah

memperoleh izin dari menteri keuangan

untuk memberikan jasa sebagaimana diatur

dalam peraturan Menteri Keuangan Nomor

17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan

Publik.”

Dari kedua definisi tersebut diatas,

maka dapat disimpulkan bahwa Akuntan

Publik adalah seseorang yang telah mem-

peroleh izin dari menteri keuangan untuk

menjalankan praktik Akuntan Publik, seba-

gaimana diatur dalam peraturan Menteri

Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 ten-

tang Jasa Akuntan Publik untuk memenuhi

kebutuhan para pemakai informasi keuan-

gan.

Akuntan

Publik

berada

dibawah

naungan Kantor Akuntan Publik, definisi

Kantor Akuntan Publik menurut Peraturan

Menteri

Keuangan

Nomor

17/

PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik

menyatakan :

“Kantor Akuntan Publik adalah Badan

usaha yang telah mendapatkan izin dari

Menteri Keuangan sebagai wadah bagi

Akuntan

Publik

dalam

memberikan

jasanya”.

Adapun struktur dari Kantor Akuntan Publik

disajikan pada Tabel 1.

Berdasarkan pengkajian dari ”Sikap”

dan ”Akuntan Publik” tersebut diatas, maka

dapat disimpulkan bahwa sikap akuntan

publik adalah suatu ekspresi sederhana dari

seorang auditor seperti keyakinan dan

perasaannya pada saat melaksanakan

audit, dimana keyakinan dan perasaan

tersebut akan mempengaruhi perilaku dari

Akuntan Publik tersebut.

Pada dasarnya sikap yang menentukan

perilaku manusia tersebut dibentuk dengan

adanya tiga komponen yang saling mem-

pengaruhi, Schermerhorn, Hunt & Osborn

(2005 : 86) menyatakan bahwa :

Dr. Ely Suhayati, SE. MSi, Ak.