< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 7 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 1

83

H a l a m a n

mempertimbangkan perilaku manusia dan

hubungannya dengan desain, konstruksi,

dan penggunaan sistem informasi akuntansi

yang efisien. Aspek perilaku dalam

akuntansi

dengan

mempertimbangkan

hubungan antara perilaku akuntan dan

sistem akuntansi merefleksikan dimensi

sosial dari organisasi dan menjadi sebuah

suplement vital pada informasi akuntansi

yang akan di laporkan akuntan.

Siegel & Marconi (1989 : 16)

menyatakan bahwa :

”The three major contributors to behavioral

science

knowledge

are

psychology,

sociology, and social psychology”

Sehubungan dengan faktor psikologis,

sosiologi maupun sosial psikologi yang ber-

kaitan dengan perilaku manusia tersebut,

maka pada dasarnya perilaku manusia bisa

merupakan perilaku fungsional maupun

perilaku disfungsioanl. Pada dasarnya, peri-

laku fungsional maupun perilaku disfung-

sional yang dilakukan individual tidak ada

yang membatasinya dan tergantung individu

sendiri yang melakukannya. Secara khusus

definisi perilaku disfungsional menurut Gib-

son, Ivancevich & Donelly (2006 : 266) men-

yatakan bahwa :

A dysfunctional conflict is any confronta-

tion or interaction between groups that

harms the organization or hinders the

achievement of organizational goals”.

Hansen & Mowen (2005 : 299)

menyatakan bahwa :

”Dysfunctional

behavior

is

individual

behavior that is in basic conflict with the

goals of the organization”.

Definisi perilaku fungsional dan disfung-

sional menurut Kinichi & Kreitner (2003 :

223) bahwa :

“Some (type of conflict) support the goals of

the organitation and improve performance;

these are func, constructive forms of con-

flict. They benefit or support the main pur-

pose of the organization (serve organiza-

tion’s interests). Additionally, there are

those types of conflict that hinder organiza-

tional perfomance; these are dysfunctional

or descriftive farm. They are undesirable

and the manager should seek their areavi-

cation threatens organization’s interest).

Functional conflict is commonly reffared to

in management circles as contructive or

cooperative conflict often, a simmeting con-

flict can be defused in a functional manner

or driven to dysfunctional proportions, de-

pending on how it is handled”.

Berdasarkan pada pernyataan diatas,

maka dapat disimpulkan bahwa “Konflik

Disfungsional adalah konflik perilaku indi-

vidu atau kelompok yang bertentangan den-

gan tujuan organisasi, disfungsional dapat

membahayakan organisasi, selanjutnya

adanya tuntutan terhadap tekanan ketika

melakukan audit dapat mengurangi sikap

positip untuk berperilaku saat melakukan

audit, efek negative yang ditimbulkannya

adalah premature sign off, underreporting of

time dan perasaan gagal pada saat men-

gaudit”.Tetapi disfungsional juga dapat di-

minimalisir efeknya dengan bantuan pihak

Dengan mengacu pada faktor-faktor

yang membedakan tersebut, maka secara

umum dapat dipahami bahwa karakteristik

dari disfungsional lebih banyak difokuskan

premature sign-offunderreporting

of chargeable time

gat rawan terjadi (Kelly& Margheim,1990).

Disfungsional Akuntan Publik terbagi

dua, yaitu :

1. Underreporting

of

time

(Tidak

Undereporting

of

time

atau

underreporting chargeable time

disfungsional yang dilakukan akuntan

publik dengan tidak melaporkan waktu

yang sebenarnya atau menggunakan

waktu pribadinya dalam mengerjakan

audit

menghindari

atau

meminimumkan

rencana yang berlebihan, seringkali

para akuntan publik menyebut perilaku

the practice of eating time

(Whitingthon&Pany,2001).

Underreporting

datang beberapa jam lebih awal, tetap

bekerja pada saat makan siang atau

dibawa ke rumah pada akhir minggu

extra hours

Dr. Ely Suhayati, SE. MSi, Ak.