< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 6 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

171

H a l a m a n

siko.Selain itu perusahaan tidak mempunyai

perencanaan menghadapi krisis.

warning

Tahap ini dianggap sebagai salah

satu tahap yang paling penting dalam daur

hidup krisis. Di dalamnya, suatu masalah

untuk pertama kalinya dikenali,dapat dipe-

cahkan, diakhiri selamanya atau dibiarkan

berkembang menuju kepada kerusakan

yang menyeluruh.Krisis dapat dengan mu-

dah muncul pada tahap ini karena ketaku-

tan menghadapi badai atau masalah dan

menganggapnya tidak ada. Reaksi yang

umun terjadi pada tahap ini adalah kaget,

menyangkal dan pura-pura merasa aman.

acute

Pada tahap ini krisis mulai terben-

tuk, media dan publik mulai mengetahui

adanya masalah. Jika krisis sudah sampai

pada tahap ini,perusahaan tidak dapat ber-

diam diri karena sudah mulai menimbilkan

kerugian. Saat inilah berbagai dokumen dan

modul untuk menghadapi krisis harus dike-

luarkan dan digunakan.Saat-saat seperti

ini dapat diketahui, apakah para staf telah

dibekali pengetahuan mengenai mana-

jemen krisis atau tidak.Jika tidak maka su-

dah terlambat bagi manajemen untuk me-

mulai dan menyelesaikan masalahnya.

clean-up

Saat masalah melewati tahap warn-

ing tampa diselesaikan maka kerusakan

perusahaan mulai timbul. Inilah waktunya

untuk

memulihkan

perusahaan

dari

kerugian. Setidaknya menyelamatkan apa

saja yang tersisa, baik sisa produk (jika

dapat diaplikasikan), reputasi, citra perusa-

haan, kinerja, dan lini produksi. Saat pemuli-

han, perusahaan harus menghadapi hal-hal

yang terkait dengan hukum, media, tekanan

publik, dan litigasi. Tetapi hikmah yang da-

pat diambil yaitu perusahaan dapat melihat

bagaimana suatu krisis akan timbul, bagai-

mana menghadapi krisis, dan memastikan

krisis tidak akan pernah terulang lagi.

post-crisis

Inilah tahap yang telah disebutkan

sebelumnya, yakni perusahaan seharusnya

bereaksi saat suatu krisis muncul ke tahap

warning. Jika sejak awal tidak dihentikan,

krisis akan terjadi. Namun, jika perusahaan

dapat memenangkan kemabali keper-

cayaan publik dan dapat beroperasi kembali

dengan normal maka secara formal dapat

dikatakan krisis telah berakhir.

Jika dipandang dari kacamata bis-

nis, suatu krisis akan menimbulkan hal-hal

berikut :

1. Intensitas Permasalahan akan bertam-

bah

2. Masalah akan menjadi sorotan publik

baik melalui media masa ,atau informasi

dari mulut ke mulut

3. Masalah akan menganggu kelancaran

bisnis sehari-hari

4. Masalh menggangu nama baik suatu

perusahaan

5. Masalah dapat merusak sistem kerja

dan mengguncang perusahaan secara

keseluruhan

6. Masalah yang dihadapi selain dapat

membuat

perusahaan

menjadi

panik ,tidak jarang juga membuat

masyarakat menjadi panik

7. Masalah akan membuat pemerintah ikut

melakukan intervensi

Ciri-ciri Perusahaan yang sedang dilanda

Krisis :

1. Keadaan fisik tidak terurus, lampu

redup, toilet kotor, mobil tua, seragam

petugas lama tidak diganti, pabrik

bekerja dibawah titik optimal dan lain-

lain.

2. SDM malas,

datang

dan

pulang

seenaknya, pemimpin jarang hadir, ban-

yak terlihat tidak bekerja dan kongko-

kongko. Dimana tenaga yang berkualitas

resign

3. Produk andalan hampir

tidak

ada,

Hanya menyelesaikan yang sudah ada

returdefect

4. Konflik hampir setiap hari terdengar,

Melly Maulin Purwaningwulan, S Sos., M. Si.