< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 8 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

173

H a l a m a n

saian.

intervention

Langkah intervensi dalam situasi krisis ber-

tujuan untuk mengakhiri krisis pengenda-

lian terhadap kerusakan dilakukan pada

tahap akut. Langkah-langkah pengendalian

terhadap kerusakan diawali dengan identi-

fikasi, isolasi, (pengucilan), membatasi

reduction

recovery

3. Penyelesaian krisis

Untuk menyelesaikan krisis, manajemen

harus memiliki crisis manajemen plans yang

didesain secara teliti untuk menghadapi

berbagai level krisis yang mungkin terjadi.

Oleh karena itu jika terjadi kondisi kritis,

perusahaan dapat mengidentifikasikan dan

merespon dengan baik. Melalui persiapan

yang matang, pemimpin dapat memerin-

tahkan bagaimana dan apa sebaiknya

dilakukan saat krisis terjadi, Mengan-

tisipasi krisis dapat dilakukan dengan

menggunakan perencanaan strategi dan

manajemen resiko. Setiap krisis harus diha-

dapi secara serius oleh pimpinan dan

disampaikan kepada public secara ju-

jur. Pemimpin harus belajar dari setiap krisis

yang terjadi.

Ketika terjadi krisis,hal-hal yang

harus dilakukan oleh Public Relations

antara lain mengemas informasi terhadap

publik dapat dilakukan dengan cara :

Instructing Information

pada dasarnya berisi petunjuk atau pe-

doman apa yang harus dilakukan oleh

publik atau bagaimana publik bertindak

dalam krisis. Misalnya pada kasus likui-

dasi bank. Publik yang disasar bukan

hanya publik eksternal tetapi jugabinter-

nal, yakni karyawan, keluarga karyawan,

direksi, pemegang saham/investor.

Adjusting Information

memungkinkan publik untuk mengatasi

masalah-masalah emosional mereka.

Misalnya pada kasus jatuhnya pesa-

wat terbang, keluarga penumpang perlu

diberi informasi yang jelas dan akurat

tentang kondisi terkini atau perkemban-

gan kecelakaan tersebut. Tetapi ten-

tunya isi pesannya berbeda, karena

dibutuhkan empati yang luar biasa

dalam hal ini.

Internalizing Information

akan diserap khalayak yang pada

akhirnya akan membentuk penilaian

public terhadap sebuah organisasi

dalam jangka panjang.Isi komunikasi

biasanya menyangkut inti krisis yang

sedang dihadapi organisasi. Langkah-

langkah yang sedang ditempuh perusa-

haan, dan sebagainya. Publik perlu men-

getahui hal ini, karena ini menyangkut

kepercayaan publik pada perusahaan.

Biasanya Public Relations akan mengge-

press conference

dan

mengundang

media

untuk

menghadiri, kemudian ada tim krisis dari

crisis centre

narasumber utama dari pimpinan peru-

sahaan dan keluarga korban (kalau ada)

dan tentunya Public Relations tetap ada

report

atas krisis tersebut. Dan satu hal yang

tidak bisa dihindari dan masih jarang

dilakukan Public Relations di Indonesia

corporate

yang besar) adalah HP atau mobile

phone harus selalu aktif 24 (dua puluh

empat) jam. Hal ini penting karena me-

dia percaya pada perusahan melalui

Public Relations dan dari hubungan

mutual understanding

mutual benefit

langsungan hidup organisasi sebagai

suatu organisme sosial yang membu-

tuhkan lingkungan internal dan ekster-

nalnya. Yang diperlukan Public Relations

adalah kemampuan untuk melakukan

komunikasi yang jujur dan terbuka yang

two way symmetrical

arah dan simetris) dengan publiknya,

media relations

masuk ketrampilan untuk menjalin

hubungan yang harmonis dengan pers,

harus menjadi bagian yang terintegrasi

dalam lingkup pekerjaan Public Rela-

tions, bukan hanya ketika krisis terjadi,

maka wartawan pun dilirik.

Melly Maulin Purwaningwulan, S Sos., M. Si.