< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 4 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

179

H a l a m a n

suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang

terjadi atau ada di dalam atau di lingkungan

fisik organisasi. Data tidak dapat langsung

digunakan untuk pengambilan keputusan,

melainkan harus diolah lebih dahulu agar

dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam

pengambilan keputusan.

Sistem informasi mengandung tiga

aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas

inputprocessing

output

ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan

organisasi untuk pengambilan keputusan,

pengendalian operasi, analisis permasala-

han, dan menciptakan produk atau jasa

baru. Masukan berperan di dalam pengum-

raw data

diperoleh dari dalam maupun dari lingkun-

gan sekitar organisasi. Pemrosesan ber-

peran untuk mengkonversi bahan mentah

menjadi bentuk yang lebih memiliki arti.

Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk

transfer

informasi

yang

diproses

kepada pihak-pihak atau aktivitas aktivitas

yang akan menggunakan. Sistem informasi

feedback

yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan

ditahap input berikutnya (Sutono, 2007).

Sistem Informasi Manajemen

Raymond McLeod Jr (1996:54)

mengemukakan bahwa SIM adalah sebagai

suatu sistem berbasis komputer yang men-

yediakan informasi bagi beberapa pemakai

dengan kebutuhan serupa. Output informasi

digunakan oleh manajer maupun non mana-

jer dalam perusahaan untuk membuat

keputusan dalam memecahkan masalah.

Sedangkan

menurut

Komaruddin

dalam Effendy (1989:111) SIM adalah

pendekatan yang terorganisir dan terencana

untuk memberikan eksekutif bantuan infor-

masi yang memberikan kemudahan bagi

proses manajemen. Menurut O’Brien dan

Marakas (2009) tujuan dari sistem infor-

masi manajemen adalah: menyediakan in-

formasi yang dipergunakan di dalam perhi-

tungan harga pokok jasa, produk, dan tu-

juan lain yang diinginkan manajemen; men-

yediakan informasi yang dipergunakan

dalam perencanaan, pengendalian, penge-

valuasian, dan perbaikan berkelanjutan;

menyediakan informasi untuk pengambilan

keputusan. Ketiga tujuan tersebut menun-

jukkan bahwa manajer dan pengguna lain-

nya perlu memiliki akses ke informasi akun-

tansi manajemen dan mengetahui bagai-

mana cara menggunakannya. Informasi

akuntansi manajemen dapat membantu

mereka mengidentifikasi suatu masalah,

menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi

kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan

dam dipergunakan dalam semua tahap

manajemen, termasuk perencanaan, pen-

gendalian dan pengambilan keputusan).

Manajemen

Setiap manusia dalam perjalanan

hidupnya tidak akan terlepas dari yang na-

manya organisasi, dan di dalam organisasi

itu dipelajarilah bagaimana cara mengelola

organisasi dengan professional. Ini menun-

jukan ilmu manajemen bersifat universal.

Oleh karena itu, salah satu cabang ilmu

yang saat ini sangat berkembang pesat

adalah ilmu manajemen. Ilmu ini telah mela-

kukan intervensi keberbagai bidang ilmu

lain, atau paling tidak telah menggandeng

ilmu lain dalam pengembangannya. Kita

kenal ada manajemen sumber daya manu-

sia, manajemen perbankan, manajemen

industri, manajemen keuangan, pema-

saran, produksi, manajemen perkotaan,

manajemen pemerintahan, manajemen

pendidikan, manajemen sistem informasi,

sistem informasi manajemen, sampai

kepada manajemen qolbu yang dikembang-

kan oleh Abdullah Gymnastiar. Menurut At-

mosudirdjo (1986:158), secara umum

pengertian manajemen adalah pengenda-

lian dan pemanfaatan daripada semua fak-

tor dan sumber daya yang menurut suatu

perencanaan (planning), diperlukan untuk

mencapai atau menyelesaikan suatu prapta

(objective) atau tujuan-tujuan tertentu. Se-

dangkan menurut Siagian (1989:5) mana-

jemen dapat didefinisikan sebagai kemam-

puan atau ketrampilan untuk memperoleh

Sri Dewi Anggadini.