< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 7 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

182

H a l a m a n

Sri Dewi Anggadini

perencanaan. Pada tingkat ini pengam-

bilan keputusan terprogram dapat di-

laksanakan. Contoh jenis pengambilan

keputusan ini adalah penerimaan atau

penolakan kredit, pengendalian proses,

penentuan waktu, penerimaan, pengiri-

man, pengawasan inventaris dan

penempatan karyawan.

Suatu tingkat pengambilan kepu-

tusan yang berlainan memerlukan jenis in-

formasi yang berbeda pula. Para analis ha-

rus

menyadari jenis-jenis

pengambilan

keputusan ini di dalam sistem infor-

masi guna memenuhi keperluan yang ber-

beda-beda, karena informasi yang akan di-

hasilkan tergantung kepada keperluan-

keperluan ini. Perlu diperhatikan dan dipa-

hami secara jelas bahwa dalam prakteknya

di antara berbagai golongan pangambilan

keputusan ini sering batas-batasnya kabur

dan malahan sering tumpang tindih. Walau-

pun garis-garis pemisahnya tidak jelas atau

kabur, namun sebagai seorang analis harus

menyadari

akan

adanya

jenis-

jenis pengambilan keputusan ini dan bagai-

mana sistem informasi dapat dirancang

untuk memenuhi kebutuhan yang berlainan,

sebab informasi yang dihasilkan oleh sistem

informasi akan tergantung kepada kebutu-

han-kebutuhan ini.

Perkembangan Sistem Informasi Mana-

jemen (SIM)

Sesungguhnya, konsep sistem in-

formasi telah ada sebelum munculnya kom-

puter. Sebelum pertengahan abad ke-20,

pada

masa

itu

masihdigunakan

punch

pada aplikasiakuntansi yang kemudian dike-

nal sebagai sistem informasi akun-

tansi.Namun demikian para pengguna –

khususnya dilingkungan perusahaan -masih

mengesampingkan kebutuhan informasi

bagi para manajer. Aplikasiakuntansi yang

berbasis komputer tersebut diberi nama

pengolahan dataelektronik (PDE). Pada ta-

hun 1964, komputer generasi baru mem-

perkenalkan prosesor baru yang mengguna-

silicon chip circuitry

puan pemrosesan yang lebih baik. Untuk

mempromosikan generasi komputer terse-

but, para produsen memperkenalkan kon-

sep sistem informasi manajemen dengan

tujuan utama yaitu aplikasi komputeradalah

untuk menghasilkan informasi bagi mana-

jemen. Ketika itumulai terlihat jelas bahwa

komputer mampu mengisi kesenjangana-

kan alat bantu yang mampu menyediakan

informasi manajemen. Konsep SIM ini den-

gan sangat cepat diterima oleh beberapa

perusahaan dan institusi pemerintah den-

gan skala besar seperti Departemen Keuan-

gan khususnya untuk menangani pengel-

olaananggaran, pembiayaan dan peneri-

maan negara. Namun demikian, para peng-

guna yang mencoba SIM pada tahap awal

menyadari bahwa penghalang terbesar jus-

tru datang dari para lapisan manajemen

tingkat menengah – atas.

Sementara konsep SIM terus

berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari

Massachussets Institute of Technology (MIT)

mengenalkan konsep baru yang diberi nama

Decision

Support Systems

yang menghasilkan informasi yang ditujukan

pada masalah tertentu yang harus dipe-

cahkan atau keputusan yang harus dibuat

oleh manajer. Perkembangan yang lain

adalah munculnya aplikasi lain, yaitu

office automation

yang memberikan fasilitas untuk meningkat-

kan komunikasi dan produktivitas para-

manajer dan staf kantor melalui peng-

gunaan peralatan elektronik. Belakangan

timbul konsep baru yang dikenal dengan

ArtificialIntelligence

sep dengan ide bahwa komputer bisa dipro-

gram untuk melakukan proses lojik men-

yerupai otak manusia. Suatu jenis dari AI

yang banyak mendapat perhatian adalah

Expert Systems

yang mempunyai fungsi sebagai spesialis

dalam area tertentu. Semua konsep di atas,

baik PDE, SM, OA, DSS, EIS, maupun AI me-

rupakan aplikasi pemrosesan informasi den-

gan menggunakan komputer dan bertujuan

menyediakan informasi untuk pemecahan