Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 1 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

200

H a l a m a n

AKSESIBILITAS WISATA PADA KOTA METROPOLITAN DI NEGARA BERKEMBANG

(Suatu Survey di Wilayah Bandung Raya)

RAHMA WAHDINIWATY

Program Studi Manajemen,

Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer Indonesia

Provinsi Jawa Barat berada pada posisi strategis karena satu-satunya provinsi

yang berada di sekitar Ibukota negara Indonesia yaitu DKI Jakarta. Kondisi ini

memudahkan akses menuju wilayah Provinsi Jawa Barat, namun dilain pihak

trancit

melanjutkan perjalankan ke Jawa Timur lalu ke Bali. Kunjungan wisatawan man-

canegara dan nusantara propvinsi Jawa Barat terbanyak di kota Bandung. Ber-

dasarkan Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010 Tentang Rencana

Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029 pada Lampi-

ran III kota Bandung masuk dalam Sistem Perkotaan PKN Kawasan Perkotaan

Bandung Raya bersama kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang dan

kota Cimahi

.

Akses menuju kota/kabupaten wilayah Bandung Raya saat ini lebih

mudah dengan berbagai alternatif transportasi. Namun berdasarkan data dari

BPS Provinsi Jawa Barat tahun 2003 sampai dengan tahun 2009 kondisi jalan

cenderung mengalami peningkatan banyak jalan yang rusak dan sangat rusak

dari tahun ke tahun, meskipun ada perbaikan jalan. Hal ini mengakibatkan arus

kemacetannya jalan yang dirasakan oleh wisatawan. Tujuan penelitian

diperhatikan dalam aksesibilitas di Bandung Raya. Jenis penelitian yang diguna-

kan adalah deskriptif. Populasi sasaran yang diteliti adalah wisatawan yang

menginap pada akomodasi hotel bintang, hotel melati dan non melati di wilayah

.Stratified

Random Sampling.

wilayah Bandung Raya belum memberikan kemudahan bagi wisatawan. Total

skor terendah adalah waktu mengemudi terutama masalah ketidaksesuaian

antara kelebaran jalan dengan jumlah kendaraaan.

Kata kunci : aksesibilitas

PENDAHULUAN

Data PDRB industri pariwisata

provinsi di Indonesia atas dasar harga kon-

stan 2000 tahun 2009, Provinsi Jawa Barat

menduduki urutan ketiga setelah DKI Ja-

karta dan Jawa Timur. Padahal Provinsi

Jawa Barat berada pada posisi strategis

karena satu-satunya provinsi yang berada di

sekitar Ibukota negara Indonesia yaitu DKI

Jakarta. Kondisi ini memudahkan akses

menuju wilayah Provinsi Jawa Barat, namun

dilain pihak sepertinya Provinsi Jawa Barat

trancit

melanjutkan perjalankan ke Jawa Timur lalu

ke Bali. Peraturan Daerah Provinsi Jawa

Barat Nomor 25 tahun 2010 tentang RPJM

tahun 2008-2013 (hal.II-20) dan RKPD Ta-

hun 2012 (hal. II-24) ‚ÄĚsalah satu sektor

yang dapat diandalkan Provinsi Jawa Barat

sebagai sumber devisa negara adalah sek-

bidang

EKONOMI