< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28

Page 12 of 28
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

245

H a l a m a n

konfliktual internal partai yang dapat

mengakibatkan keterpurukan partai.

Pemimpin partai yang efektif mengelola

konflik adalah yang punya integritas dan

kemampuan komunikasi politik yang baik,

sehingga dapat diterima keberadaan dan

fungsinya sebagai mediator dengan baik

karena adanya kepercayaan kepada ketua

DPC Partai.

Pelaksanaan komunikasi partai

demokrat dilakukan melalui proses

pencitraan pembina partai yaitu Susilo

Bambang Yudhoyono. Partai demokrat

lemah dalam kaderisasi partai sehingga

komunikasi politik langsung melalui media

kepada masyarakat. Jika salah satu lemah

maka jaringan yang lain harus kuat.

Pencitraan yang baik dari pemimpin partai

dapat meningkatkan perolehan suara.

Pencitraan yang baik dilakukan setelah

berkonsultasi dengan konsultan media,

konsultan pencitraan dan konsultan

komunikasi.

Konsep pencitraan dicetuskan oleh

Susilo Bambang Yudhoyono sendiri.

Pencitraan tersebut adalah pemimpin yang

demokratis, berwibawa dan bersahaja.

Karakter Susilo Bambang Yudhoyono sangat

mudah untuk dijual dalam arti karakter

Susilo Bambang Yudhoyono sangat

diidolakan. Figur tokoh di tingkat lokal yang

ditrakan baik adalah ketua DPC di tingkat

daerah. Belum tentu figur-figur yang ada di

tingkat lokal yang diidolakan adalah kepala

daerah. Pencitraan yang baik dari pemimpin

partai membuat pesan dapat mudah

diterima oleh pengurus dan anggota partai

bahkan oleh masyarakat umum.

Pemimpin partai melaksanakan

fungsi-fungsi artikulasi dan agregasi politik

mereka dengan mengkomunikasikan

tuntutan dan rekomendasi untuk menjadi

kebijakan pemerintah. Pemimpin partai

mendasarkan diri kepada informasi yang

diberikan kepada pengurus dan anggota

partai dan di komunikasikan di antara

mereka sendiri dan dengan unsur-unsur lain

dalam sistem politik. Ketua DPC Partai

Demokrat memperoleh dan menganalisis

informasi dari masyarakat dan dari berbagai

bagian pemerintah.

Perolehan pesan politik yang baik

dari ketua DPC Partai Demokrat Kota

Bandung memberikan dampak yang baik

terhadap keberlangsungan partai.

Berdasarkan hasil wawancara dengan

pengurus dan anggota DPC Partai Demokrat

Kota

Bandung

diketahui

bahwa

kepemimpinan ketua DPC Partai Demokrat

Kota Bandung mampu menjalankan

tugasnya dengan baik, bertanggung jawab

dan mempunyai hubungan yang harmonis

dengan bawahannya. Hal tersebut

dikarenakan mampu mengarahkan dan

mengendalikan semua kegiatan yang

berhubungan dengan kepentingan partai

sehingga tujuan partai dapat tercapai yaitu

memenangkan pemilihan umum terutama

di Kota Bandung.

Bentuk kepemimpinan khas yang

dikehendaki ada pada kaum muda partai

adalah: kepemimpinan tersebut mempunyai

kemampuan-kemampuan

dapat

memberikan dan mengembangkan motivasi

-motivasi untuk berkarya dan membangun.

Jadi mampu menstimulir segenap lapisan

rakyat maupun kaum mudanya untuk

melakukan kekaryaan, yaitu kerja kreatif.

Selain itu, pemimpin mampu menggerakkan

orang lain, sehinggga mereka mau dan rela

secara bersama-sama mencapai satu

tujuan, dengan berkarya secara kooperatif

dan kolektif.

Seorang pemimpin harus sanggup

mempengaruhi dan meyakinkan orang lain,

sehingga

mereka

menyadari

akan

urgensinya. Bersedia menerima usaha-

usaha sebagai milik bersama, kewajiban

bersama, dan tanggung jawab etis bersama,

yang dilaksanakan secara kolektif bersama-

sama. Tulus dan ikhlas melaksanakan

usaha melalui perbuatan konkrit dan

keteladanan/keutamaan.

Jelaslah,

bahwa

keterampilan

kepemimpinan tersebut sangat diperlukan

untuk menggerakkan segenap anggota dan

pengurus partai, agar mereka terarah

merealisasikan secara nyata segenap

potensi dan kemampuannya guna berperan

serta dalam organisasi partai. Dalam hal ini

Dewi Kurniasih, Tatik Rohmawati.