< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28

Page 19 of 28
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

252

H a l a m a n

Dewi Kurniasih, Tatik Rohmawati

dalam lembaga politik seperti dewan

perwakilan rakyat atau mengadakan

komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang

duduk dalam badan itu; berkampanye,

termasuk menghadiri kelompok diskusi, dan

sebagainya.

Partai politik merupakan media

atau sarana partisipasi warga negara dalam

proses pembuatan dan pelaksanaan

kebijakan publik dan dalam penentuan

siapa yang menjadi penyelenggara negara

pada berbagai lembaga negara di pusat dan

daerah. Berdasarkan prinsip bahwa

keanggotaan partai politik terbuka bagi

sernua warga negara, sehingga para

anggotanya berasal dari berbagai unsur

bangsa, maka partai politik dapat pula

menjadi sarana integrasi nasional.

Dengan menggunakan ideologi

partai sebagai pelita penunjuk arah, para

pengurus dan aktivis partai berupaya

menampung dan mengagregasikan aspirasi

anggota, simpatisan, dan rakyat pada

umumnya menjadi alternatif kebijakan

publik untuk diperjuangkan ke dalam

lembaga legislatif dan eksekutif. Karena itu

ideologi suatu partai ataupun ideologi yang

dianut politisi dapat dilihat pada pola dan

arah kebijakan yang diperjuangkannya.

Berbagai pernyataan politik yang

dikemukakan

untuk

dilaksanakan

menanggapi persoalan yang dihadapi

negara-bangsa, pada respon yang diberikan

terhadap aspirasi yang diajukan oleh

berbagai kelompok dalam masyarakat, pada

pola dan arah peraturan perundang-

undangan yang diperjuangkannya, dan pada

sosok orang-orang yang diusulkan atau

dipilihnya untuk menduduki berbagai

jabatan kenegaraan di pusat dan daerah.

Memperjuangkan cita-cita partai dan

aspirasi rakyat yang diagregasikan

berdasarkan cita-cita partai itu, partai politik

mencari dan mempertahankan kekuasaan

di lembaga legislatif dan eksekutif melalui

pemilihan umum dan cara lain yang diatur

dalam peraturan perundang-undangan. Hal

tersebut memerlukan dukungan partai

politik melakukan kaderisasi dan rekrutmen

politik pada satu pihak dan menggalang

dukungan politik (suara) dan materil (dana

dan sarana) dari anggota clan simpatisan.

Keberhasilan

dari

komunikasi

Partai Demokrat Kota Bandung dapat dilihat

dari umpan balik dari masyarakat dengan

memilih Partai Demokrat dan calon anggota

legislatif (caleg) dari Partai Demokrat. Partai

Demokrat mendapat perolehan suara

tertinggi di beberapa daerah pilihan di Kota

Bandung. Berikut perolehan suara Partai

Demokrat Kota Bandung hasil pemilihan

walikota dan wakil walikota Bandung tahun

2013:

Berdasarkan data Tabel 1, jumlah

perolehan suara dari DPC Partai Demokrat

Kota Bandung pada pemilihan walikota dan

wakil walikota Bandung sebanyak 146.333.

dengan suara terbanyak diperoleh oleh

pasangan calon no 4 sebanyak 351.451

suara. perolehan suara Partai Demokrat di

Kota Bandung adalah yang paling banyak

mendapatkan

perolehan

suara

yaitu

sebesar 44.720 suara dengan perolehan

suara terbanyak di daerah Dapil 6.

Banyaknya suara yang diperoleh

DPC Partai Demokrat di Kota Bandung

karena pelaksanaan komunikasi yang baik

dari anggota dan pengurus partai. Partai

politik sebagai penghubung antara

pemerintah dengan masyarakat, sebagai

timbal balik diharapkan mampu

menyalurkan aspirasi masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, masyarakat yang

Wilayah

Dapil

Pasangan Calon

No.1

Kota Bandung

Dapil 1

15.157

Dapil 2

17.276

Dapil 3

20.009

Dapil 4

33.731

Dapil 5

15.440

Dapil 6

44.720

Jumlah Seluruhnya

146.333

Tabel 1

Daftar Rekapitulasi Suara Pemilihan

Walikota dan Wakil Walikota Bandung

Perdapil Se-Kota Bandung