< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28

Page 2 of 28
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

235

H a l a m a n

arah kehidupan bangsa dan negaranya,

demi terciptanya iklim politik yang kondusif.

Dewasa ini sulit membayangkan

adanya negara modern tanpa eksistensi

partai politik. Partai politik bukan hanya ber-

peran sebagai saluran aspirasi politik berba-

gai kelompok masyarakat dan sebagai wa-

hana untuk mengartikulasikan tuntutan

politik dalam sistem politik secara keseluru-

han, tetapi juga berfungsi sebagai satu-

satunya jenis organisasi yang berkompetisi

untuk membentuk kabinet pemerintahan.

Ditetapkannya

Undang-Undang

Nomor 31 Tahun 2002 yang mengatur

tentang

partai

politik

di

Indonesia,

menyatakan bahwa partai politik tidak

hanya dibentuk oleh lima puluh orang

Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah

berusia

21

tahun.

Akan

tetapi

pembentukannya dinyatakan dalam bentuk

keputusan akta notaris, dan di dalamnya

memuat Anggaran Dasar dan Anggaran

Rumah Tangga serta kepengurusan baik

tingkat pusat, wilayah, maupun di daerah

harus

terdaftar

dalam

keputusan

Departemen Kehakiman, khususnya dalam

hal ini adalah Mahkamah Konstitusi yang

mengatur putusan partai politik.

Partai

politik

dalam

pelak-

sanaannya melakukan fungsi-fungsi partai

politik yang salah satunya adalah komuni-

kasi politik. Komunikasi politik merupakan

penyampaian informasi-informasi yang ada

di partai politik terhadap masyarakat luas

dan anggota partai politik sendiri. Hal terse-

but sebagaimana yang dikemukakan oleh

Rush dan Allthof (1995: 225) bahwa pelak-

sanaan komunikasi politik dipengaruhi oleh

unsur-unsur yang ada dalam komunikasi

politik, yaitu: sumber, pesan, saluran, um-

audiens

Sebuah sistem harus berjalan den-

gan baik dan saling mendukung agar isi

pesan tersampaikan sesuai dengan apa

yang diharapkan. Namun dalam pelak-

sanaannya, komunikasi politik seringkali

mengalami permasalahan. Pelaksanaan

fungsi komunikasi politik membutuhkan

saluran yang tepat agar tidak terjadi misko-

munikasi. Saluran ini bisa berupa media

elektronik maupun cetak. Saluran komuni-

kasi politik ini merupakan sarana pen-

ghubung antara komunikator dan komuni-

kan.

Agar komunikasi politik berjalan

sesuai dengan apa yang diharapkan perlu

adanya kesatuan dan hubungan yang baik

antara orang-orang yang ada di partai politik

tersebut. Komunikasi politik tidak dapat

dilakukan secara intern saja tetapi juga ek-

stern. Menurut Ramlan Surbakti (1992:199)

Komunikasi politik ialah proses penyam-

paian informasi mengenai politik dari pe-

merintah kepada masyarakat dan dari

masyarakat kepada pemerintah. Fungsi ko-

munikasi politik tersebut dilakukan oleh

semua anggota partai politik sebagai partisi-

pan aktif di partai politik dan juga komunika-

tor dalam menyampaikan isi informasi atau

pesan. Di sini mereka sebagai komunikator

harus dapat menyampaikan informasi terse-

audiens

pendengar, sehingga tidak terjadi miskomu-

nikasi dari atas ke bawah.

Partai politik sebagai alat politik

seseorang atau sekelompok orang untuk

menduduki kursi pimpinan partai, seringkali

convensi

lobbyvote

dengan suara terbanyak yang mewakili

sejumlah Dewan Pengurus Wilayah (DPW)

yang tersebar di penjuru Indonesia. Seperti

halnya terdapat Dewan Pengurus Cabang

(DPC), Dewan Pengurus Anak Cabang

(DPAC) atau bahkan Dewan Pengurus

Ranting (DPRt) dalam melakukan kontrak

politik ke daerah guna mencari figur calon

pemimpin partai. Partai Demokrat adalah

salah satu partai peserta pemilu baik di

pusat maupun daerah di seluruh Indonesia.

Kiprah Partai Demokrat sebagai partai

politik yaitu ingin memberikan perubahan

bagi negeri ini. Agenda partai yaitu untuk

mencari seorang figur yang diyakini dan

memiliki bakat kepemimpinan dilakukan

dengan mencari ke pelosok daerah. Untuk

menciptakan seorang figur pemimpin partai,

setiap partai politik peserta pemilu selalu

berusaha keras untuk menciptakan sistem

politik yang baik agar partai dapat menyerap

Dewi Kurniasih, Tatik Rohmawati.