< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28

Page 24 of 28
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

257

H a l a m a n

Apalagi yang berhubungan dengan

saluran komunikasi berupa tatap muka

yang kurang inovasi (monoton), akan

mengakibatkan kurang efektifnya proses

penyampaian pesan, bahkan sebaliknya

tatap muka akan menjadikan satu beban

bagi anggota untuk mengikutinya karena

perasaan jenuh atau bosan. Dengan adanya

ponsel model komunikaasi tulisan jadi

jarang dipergunakan.

H a l

l ai n

y an g

m en g ha m b at

pelaksanaan komunikasi politik di DPC

Partai Demokrat Kota Bandung adalah

selama rezim orde baru berkuasa, proses

rekruitmen kader, kaderisasi maupun

konsolidasi macet total. Kegiatan politik

dibatasi semuanya serba diatur oleh dan

harus

tunduk

kepada

kemauan

penguasanya, akibatnya kemandirian partai

runtuh, yang berkembang adalah bentuk-

bentuk peyandaran diri pada penguasa.

Sehingga dalam melakukan komunikasi

politik di DPC Partai Demokrat Kota

Bandung untuk masa sekarangpun hal

tersebut masih terbawa. Anggota lebih

cenderung menyandarkan dirinya pada

pemimpin (budaya politik kaula), anggota

lebih mempercayai pemimpin dalam

mengambil keputusan.

Meski gangguan dan rintangan

komunikasi dapat dibedakan, tetapi

sebenarnya rintangan komunikasi bisa juga

terjadi disebabkan karena adanya ganguan.

Gangguan atau rintangan komunikasi yang

terjadi di DPC Partai Demokrat kota

Bandung, adalah:

1. Ganguan teknis

2. Rintangan status

3. Rintangan kerangka berpikir

4. Rintangan budaya

Gangguan teknis terjadi jika salah satu

alat yang digunakan dalam berkomunikasi

mengalami gangguan, sehingga informasi

yang ditransmisi melalui saluran mengalami

channel noise).

di DPC Partai Demokrat Kota Bandung

kadang mengalami kerusakan hal ini sangat

menghambat dalam komunikasi karena

pesawat teleponlah media komunikasi yang

dinilai cukup cepat untuk dapat langsung

diterima oleh komunikan. Kerusakan

tersebut disebabkan keterlambatan dalam

membayar telepon sehingga kadang dicabut

oleh telkom. Dan juga jumlah pesawat

telepon di sekretariat DPC Partai Demokrat

Kota Bandung jumlahnya hanya satu.

Rintangan status ialah rintangan yang

disebabkan karena jarak sosial diantara

peserta komunikasi, misalnya perbedaan

status antara pemimpin dan anggota atau

atasan dan bawahan. Perbedaan seperti ini

biasanya menuntut perilaku komunikasi

yang selalu memperhitungkan kondisi dan

etika yang sudah membudaya dalam

masyarakat, yakni bawahan cenderung

hormat pada atasannya, dan juga anggota

Partai Demokrat yang kebanyakan

pendidikannya masih rendah.

Rintangan kerangka berpikir ialah

rintangan yang disebabkan adanya

perbedaan persepsi antara komunikator

dan khalayak terhadap pesan yang

digunakan dalam berkomunikasi. Ini

disebabkan karena latar belakang

pengalaman dan pendidikan yang berbeda.

Rintangan budaya ialah rintangan yang

terjadi disebabkan karena adanya

perbedaan norma, kebiasaan dan nilai-nilai

yang dianut oleh pihak-pihak yang terlibat

dalam komunikasi. Anggota Partai Demokrat

berasal dari berbagai kalangan dan latar

belakang budaya yang berbeda juga. Kader

harus diberikan pembinan baik dalam

politik dan berkomunikasi sehingga menjadi

calon pemimpin yang baik di masyarakat.

Sehingga dapat meningkatkan kaderisasi

tersebut. Selain itu, pelatihan-pelatihan bagi

para kader partai masih sangat minim.

Faktor-faktor penghambat pelaksanaan

fungsi komunikasi politik di DPC Partai

Demokrat Kota Bandung lainnya berupa

permasalahan-permasalahan yang timbul di

partai. Permasalahan itu bisa berupa

permasalahan ke dalam maupun keluar.

Permasalahan ke dalam yang terjadi Partai

Demokrat yang berpengaruh terhadap

komunikasi politik di DPC Partai Demokrat

Kota Bandung meliputi:

1. Ideologi dan jati diri partai:

a.Lemahnya

permasalahan

dan

Dewi Kurniasih, Tatik Rohmawati.