< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28

Page 27 of 28
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

260

H a l a m a n

Dewi Kurniasih, Tatik Rohmawati

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat

disimpulkan bahwa:

1. Proses pelaksanaan fungsi komunikasi

politik di DPC Partai Demokrat Kota

Bandung

mengikuti

pola

proses

komunikasi yang sesuai dengan teori

yang

telah

digambarkan

dan

dilaksaanakan terus menerus, dimana

komunikator politik yang terdiri yang

terdiri dari para pengurus pimpinan baik

ditingkat DPP, DPD, DPC sampai tingkat

PAC dengan menggunakan media salah

satunya adalah media televisi ataupun

radio, telepon, memo, surat tugas dan

sebagainya. Pesan itu berupa program-

program kerja partai, perintah yang

disampaikan kepada para anggota partai

sebagai komunikan dengan harapan

para anggota dapat melaksanakan

dengan baik program kerja partai yang

telah ditetapkan bersama. Walaupun

pelaksanaan fungsi komunikasi politik

belum dapat dilaksanakan secara

efektif, karena masih ada terjadinya

miskomunikasi. Hal ini disebabkan

tingkat pendidikan para anggota di DPC

Partai Demokrat Kota Bandung yang

masih rendah. Namun hal itu dianggap

cukup berhasil terlihat dari perubahan

DPC Partai Demokrat Kota Bandung.

2. Partai Demokrat sebagai partai politik

yang tergolong besar, ini didukung oleh

fakor-faktor pendukungnya antara lain

kader partai yang cukup banyak.

Disamping itu Partai Demokrat juga tidak

mengesampingkan

komunikasi

mengenai program kerja, visi-misi,

platform, ideologi dan faktor-faktor

lainnya dan diadakannya pendidikan

politik yang dimasukan dalam agenda

rapat anggota di DPC Partai Demokrat

Kota Bandung.

3. Partai Demokrat untuk menjadi partai

yang besar mendapatkan berbagai

hambatan dalam melaksanakan fungsi

komunikasi politik. Hambatan itu ada

yang datang dari dalam ada juga yang

datang dari luar. Yang datang dari dalam

salah satunya adalah Sumber Daya

Manusia yang masih rendah tingkat

pendidikannya

sehingga

sering

menyebabkan

miskomunikasi,

sedangkan yang datangnya dari luar

adalah faktor sejarah pada masa orde

baru dimana kegiatan politik masih

dibatasi.

Hambatan

tersebut

berpengaruh

terhadap

proses

komunikasi di DPC Partai Demokrat Kota

Bandung sebagai wakil di tingkat

Kabupaten/ Kota. Kaderisasi yang

sempat berhenti mengakibatkan krisis

SDM yang serius.