< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28

Page 5 of 28
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

238

H a l a m a n

Dewi Kurniasih, Tatik Rohmawati

saat ini belum tersusun suatu teori yang

mantap mengenai partai sebagai lembaga

politik secara khusus.

Pendapat lainnya tentang partai

politik dikemukakan oleh R. H. Soltau

(dalam

Budiardjo,

2000:161)

A group of citizen

more or less organized, who act as a

political unit and who, by the use of their

voting power, aim to control the government

and carry out their general policies”

Partai politik yang terorganisir

dengan rapi dapat mewujudkan suatu

tujuannya, dimana setiap tujuan terdapat

dalam suatu kesatuan politik. Umumnya

partai lahir atas dasar perjanjian warga

negara yang terorganisasi secara rapi.

Keragaman persepsi dalam partai politik

terutama dalam menyikapi persoalan

politik, maka partai politik dapat memilih

suatu tujuan yang dikendakinya. Suatu

tujuan yang diemban partai politik biasanya

tidak pernah terlepas dari suatu pengaruh

kekuasaan

politik

untuk

menguasai,

melaksanakan

dan

mempertahankan

tujuan tersebut baik dalam lingkup partai

politik maupun pemerintahan.

Seperti yang dikemukakan oleh

Raymond Garfield Gattel (dalam Widagdo,

1996:6)

dalam

buku

Manajemen

Pemasaran Partai Politik Era Reformasi

mendefinisikan partai politik sebagai

“A political party consists of a group

of citizens, more or less organized, who act

as a political unit and, by the use of their

voting power, aim to control the government

and carry out the general politicies”

Namun, secara umum dapat

dikatakan bahwa partai politik adalah suatu

kelompok yang terorganisir yang anggota-

anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai

dan cita-cita yang sama. Serta tujuan

kelompok ini adalah untuk memperoleh

kekuasaan politik dan merebut kedudukan

politik dengan cara konstitusional untuk

melaksanakan

kebijaksanaan-

kebijaksanaan mereka. Partai politik juga

merupakan suatu alat kesatuan teknis

rakyat dalam memperjuangkan aspirasi

politiknya kepada pemerintah, melalui

penyampaian aspirasinya baik secara

langsung maupun tidak langsung melalui

peran partai politik sebagai penyambung

aspirasi.

Seperti

pendapat

yang

dikemukakan oleh J. A Corry dan Henry J.

Partai Politik

Suatu Tinjauan Umum,

Political party

is a voluntary association among to get

control of the government by filling elective

offices in the government with in members

Partai politik pada umumnya

dikendalikan oleh sekelompok manusia

untuk merebut dan mempertahankan

kekuasaannya

secara

konstitusional.

Namun,

disamping

mempertahankan

kekuasaannya tersebut terkadang terdapat

tujuan dan cita-cita tertentu dari partai

penguasa untuk membuat suatu kebijakan

baik untuk partai maupun pemerintahan.

Tetapi bila posisi partai tersebut sebagai

oposisi, maka peran partai berlaku sebagai

penyeimbang iklim perpolitikan suatu

negara melalui peran kontrol politiknya.

Pendapat lainnya dikemukakan

oleh Rusadi Kantaprawira (1988:62) dalam

Sistem Politik Indonesia,

mendefinisikan partai politik sebagai

berikut:

Organisasi manusia dimana didalamnya

terdapat pembagian tugas dan petugas

untuk mencapai suatu tujuan, mempunyai

political doctrine, political ideal,

political thesis, ideal objective

political platform, material

objective

atau cara pencapaian tujuan secara lebih

pragmatis menurut pentahapan jangka

dekat sampai jangka panjang, serta

mempunyai ciri berupa keinginan untuk

power endeavor

Partai politik lahir atas dasar

kehendak bersama, dalam hal ini adalah

rakyat yang melakukan perjanjian atas asas

kesatuan tujuan dan cita-cita pada suatu

kondisi tertentu. Tujuan dan cita-cita

platform

bawah suatu ikatan dalam suatu ideologi