< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28

Page 7 of 28
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

240

H a l a m a n

Dewi Kurniasih, Tatik Rohmawati

Partai politik yang mengandalkan

kekuatan pada keunggulan jumlah

anggota dengan cara memobilisasi

massa sebanyak-banyaknya, dan

mengembangkan

diri

sebagai

pelindung dari berbagai kelompok ke

dalam masyarakat sehingga pemilu

dapat dengan mudah dimenangkan

dan

kesatuan

nasional

dapat

dipelihara, tetapi juga masyarakat

dapat dimobilisasi untuk mendukung

dan

melaksanakan

kebijakan

tertentu.

b. Partai kader. Suatu partai yang

mengandalkan

kualitas

anggota,

keketatan organisasi dan disiplin

anggota sebagai sumber kekuatan

utama.

Tipologi partai diarahkan untuk

membedakan ciri partai satu dengan partai

lainnya. Berdasarkan komposisinya, partai

massa lebih mengutamakan jumlah anggota

pendukungnya untuk merebut suara dalam

pemilu dengan cara memobilisasi massa.

Biasanya dalam pemilihan pemimpin partai

massa, lebih dominan dengan faktor

kedekatan seseorang dalam arti lindungan

patronase

memiliki sejumlah pengaruh. Dibandingkan

dengan partai kader, faktor keketatan

organisasi dan disiplin partai adalah sumber

kekuatan partai dalam meraih simpati

masyarakat, baik dalam pemilu maupun

agenda politik lainnya. Dalam hal ini PKB

menurut analisis penulis dapat di golongkan

ke dalam partai massa. Karena, peran

simpatisan/ massa pendukung PKB dalam

perolehan suara pemilu sangat diutamakan.

3. Basis sosial dan tujuan.

Gabriel

Almond

(dalam

Surbakti,

1992:123-124) menggolongkan partai

politik berdasarkan basis sosial dan

tujuannya. Menurut basis sosial, partai

politik dibagi menjadi empat tipe, yaitu:

a. Partai yang beranggotakan lapisan-

lapisan sosial dalam masyarakat

seperti kelas atas, menengah dan

bawah.

b. Partai yang beranggotakan berasal

dari kalangan kelompok kepentingan

tertentu seperti petani, buruh dan

pengusaha.

c. Partai yang anggotanya berasal dari

pemeluk agama tertentu seperti

Islam, Kristen, Hindu dan Budha.

d. Partai yang anggotanya berasal dari

kelompok budaya tertentu seperti

suku bangsa, bahasa dan daerah

tertentu.

Berdasarkan tujuannya, partai politik

dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:

a. Partai perwakilan kelompok. Artinya,

partai politik yang menghimpun

berbagai

kelompok

masyarakat

untuk

memenangkan

sebanyak

mungkin kursi dalam parlemen.

b. Partai pembinaan bangsa. Artinya,

partai yang bertujuan menciptakan

kesatuan nasional, dan biasanya

menindas kepentingan-kepentingan

sempit.

c. Partai mobilisasi. Artinya, partai yang

berupaya memobilisasi masyarakat

kearah pencapaian tujuan-tujuan

yang ditetapkan oleh pemimpin

partai, sedangkan partisipasi dan

perwakilan kelompok cenderung

diabaikan.

Tipologi partai diarahkan untuk

membedakan ciri partai satu dengan partai

lainnya. Maka berdasarkan basis sosial dan

tujuannya partai politik digolongkan ber-

dasarkan pada tingkatan strata sosial yang

ada pada masyarakat itu sendiri, dan

keduanya dihubungkan dengan tujuan/ ke-

pentingan dari kelompok masyarakat dalam

peran serta berpartisipasi politik. Disamping

itu, faktor lain juga berpengaruh terhadap

partai politik yang berbasis pada massa.

Seperti sensitifitas partai dengan suatu

aliran politik seperti pada basis kepentingan

kelompok baik agama, suku bangsa, budaya

dan lainnya. Sehingga peranan kelompok

demikian itu memberikan dorongan baik

secara moral maupun spiritual untuk perole-

han suara dalam pemilu.