< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 6 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.11 No. 2

291

H a l a m a n

sung” (2007:17.1)

Menurut Soemarso S.R depresiasi

atau penyusutan didefinisikan sebagai beri-

kut: “Depresiasi adalah semua aktiva tetap

kecuali tanah akan menyusut. Ayat jurnal

penyesuaian diperlukan untuk mencatat

pengalokasian beban penyusutan yang me-

rupakan pemindahan dari akun aktiva ke

akun beban”(2005:125)

Aktiva yang dapat disusutkan adalah

aktiva yang:

a. Diharapkan untuk digunakan selama

lebih dari satu periode akuntansi

b. Memiliki masa manfaat yang terbatas

c. Ditahan oleh suatu perusahaan untuk

digunakan dalam produksi atau me-

masok barang dan jasa, untuk disewa-

kan, atau untuk tujuan administrasi.

Faktor-faktor yang menyebabkan pe-

nurunan kemampuan aktiva tetap dianta-

ranya:

a. Harga pokok

Residual atau salvage value

c. Umur ekonomis

Umur ekonomis adalah taksiran jangka

waktu penggunaan aktiva tetap. Umur

ekonomis terbagi menjadi dua, yaitu:

 Umur fisik

Umur manfaat suatu aktiva tetap

yang berakhir karena kerusakan,

keausan, terbakar, dan lain-lain.

 Umur fungsional

Umur manfaat suatu aktiva tetap

yang berakhir karena aktiva tetap

tersebut sudah tidak memiliki ke-

mampuan untuk memberikan man-

faat seperti yang diharapkan.

 Jumlah yang dapat disusutkan dari

suatu aktiva dialokasikan berdasar

suatu dasar yang sistematis dan ber-

alasan selama masa manfaat. Me-

tode penyusutan yang dipilih harus

digunakan secara konsisten dari pe-

riode ke periode, kecuali perubahan

keadaan yang memberi alasan atau

dasar suatu perubahan metode.

Dalam suatu periode akuntansi di-

mana metode penyusutan berubah,

pengaruh perubahan harus dikuantifi-

kasikan dan harus diungkapkan

Masa manfaat dari suatu aktiva yang

dapat disusutkan harus diestimasi setelah

mempertimbangkan faktor berikut:

a. Taksiran aus dan kerusakan fisik

Pyisical wear and tear

b. Keusangan

c. Pembatasan hukum atau lainnya atas

penggunaan aktiva.

Metode-metode Perhitungan Penyusutan

Penyusutan dapat dilakukan dengan

berbagai metode yang dapat dikelompokan

sebagai berikut:

Activity Method

activity method

variable

mengasumsikan bahwa penyusutan

adalah fungsi dari penggunaan atau pro-

duktivitas bukan dari berlalu waktu.

Umur aktiva ini dinyatakan dalam istilah

output

input

seperti jumlah jam kerja. Secara konsep-

tual, asosiasi biaya yang tepat digunakan

dalam istilah output bukan jam yang

digunakan, tetapi seringkali output ini

sulit untuk diukur. Pada kasus seperti

input

adalah metode yang lebih tepat dalam

mengukur beban penyusutan selama

periode akuntansi tertentu. Rumus me-

tode aktivitas adalah:

Beban penyusutan

= (

biaya - nilai sisa) x jam tahun ini

Total estimasi jam

Straight Line Method

Metode garis lurus mempertimbangkan

penyusutan sebagai fungsi dari waktu,

bukan fungsi dari penggunaan. Metode

ini telah diguanakan secara luas dalam

prakteknya

karena

kemudahannya.

Prosedur garis lurus secara koseptual

seringkali juga merupakan prosedur

yang paling sesuai. rumus metode garis

lurus adalah:

Beban penyusutan = biaya dikurangi nilai sisa

Estimasi umur pelayanan

Supriyati, Hery Dwi Yulianto, Apriani Puti Purfini