Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 1 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.12 No. 1

25

H a l a m a n

ANALISIS SISTEM ANTRIAN GERBANG TOL PASTEUR BANDUNG

DI PT JASA MARGA (PERSERO)TBK

I MADE ARYANTHA ANTHARA

Program Studi Teknik Industri—FTIK

Universitas Komputer Indonesia

Antrian adalah suatu kejadian yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Menunggu didepan loket untuk mendapatkan tiket kereta api atau tiket bioskop,

gerbang tol tol, bank, kasir supermarket, dan situasi-situasi lain yang sering kita

temui. Antrian terjadi disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi ke-

mampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna

fasilitas tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan.

Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah system an-

trian di Gerbang Tol Pasteur yang berada di bawah naungan PT Jasa Marga,Tbk.

Kita ketahui bahwa volume kendaraan yang melewati Gerbang Tol Pasteur da-

pat dikategorikan dalam jumlah yang banyak setiap harinya. Hal ini membuat

sering terlihat antrian yang cukup panjang terutama di jam sibuk pada saat pagi

dan menjelang sore hari. Fenomena ini terjadi dikarenakan sistem pelayanan

yang dimilki masih belum maksimal terutama jika kita lihat dari jumlah gardu tol

dan juga pelayanan yang diberikan oleh operator. Di Gerbang Tol Pasteur, terda-

pat dua jenis gardu yaitu gardu tol Entrance yang khusus melayani mobil dari

arah Bandung menuju luar sedangkan gardu tol Exit yang melayani mobil dari

entrance

entranceentranceentranceen-

tranceentranceExit

exitexitexitexitexit

sebanyak 20 (dua puluh) gardu. Dari 20 gardu tersebut, ada 7 gardu yang tidak

dipergunakan lagi Sehingga gardu yang aktif saat ini ada sebanyak 13 gardu, 5

entranceexit

lebih difokuskan kepada gerbang tol Exit, dimana jumlahnya ada 8 unit yang

dapat dioperasikan selama 24 jam. Salah satu ukuran performansi dari sebuah

sistem antrian adalah faktor utilisasi, dimana suatu sistem antrian yang baik

memiliki faktor utilisasi diatas 60%. Faktor utilisasi merupakan persentase

waktu kerja efektif dari sebuah sistem selama rentang waktu tertentu.

Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa factor utilisasi dari

tiap gardu tol pada shiftnya masih belum maksimal sehingga salah satu dam-

paknya adalah kepadatan yang cukup signifikan di gerbang pintu tol. Ada dua

alternative yang diusulkan dalam penelitian ini untuk memperbaiki kinerja dari

gerbang tol tersebut yaitu penambahan gardu tol pada shift I dan II serta men-

gurangi gardu tol pada shift III. Selain itu, peningkatan kinerja bisa dilakukan

dengan cara mempercepat proses pelayanan pada gerbang tol.

Kata kunci : Sistem antrian, utilisasi

bidang

TEKNIK