Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 1 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.12 No. 1

77

H a l a m a n

MEKANISME PENGAWASAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH DAN

BANK INDONESIA TERHADAP BANK SYARIAH

SRI DEWI ANGGADINI

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer Indonesia

Bank Indonesia dalam melakukan pembinaan dan pengawasan men-

gusung misi mewujudkan iklim yang kondusif untuk pengembangan perbankan

yang sehat, dalam rangka mendorong pembangunan nasional. Sistem per-

bankan yang sehat ditandai dengan keberadaan lembaga-lembaga perbankan

yang mampu berfungsi efisien, sehat, berkembang secara wajar, mampu ber-

saing secara global, dan mampu melindungi secara baik dana titipan masyara-

kat, serta berkemampuan menyalurkannya ke masyarakat untuk usaha-usaha

produktif. Mekanisme pengawasan dewan pengawas syariah, dewan pengawas

syariah mengadakan analisis operasional Bank Syariah dan mengadakan

penilaian kegiatan maupun produk dari bank tersebut yang pada akhirnya de-

wan pengawas syariah dapat memastikan bahwa kegiatan operasional Bank

Syariah telah sesuai fatwa yang dikeluarkan oleh dewan syariah nasional, mem-

berikan opini dari aspek syariah terhadap pelaksanaan operasional bank dan

produk yang dikeluarkan secara keseluruhan dalam laporan publikasi bank,

mengkaji produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa

kepada dewan syariah nasional, yang akhirnya menyampaikan laporan hasil

pengawasan syariah sekurang-kurangnya enam bulan sekali kepada direksi,

komisaris, dewan syariah nasional dan Bank Indonesia.

PENDAHULUAN

Bank merupakan lembaga keuangan

yang berfungsi mengumpulkan dana dari

masyarakat dan menyalurkannya kembali

kepada masyarakat, selain itu bank juga

berfungsi memberikan jasa-jasa keuangan

dan pembayaran lainnya. Oleh karena itu,

tugas pokok lembaga perbankan adalah

sebagai lembaga penyimpan dana masyara-

kat dan lembaga penyedia dana bagi

masyarakat dan dunia usaha. Mengingat

tugas dan fungsi perbankan yang begitu

menentukan dalam kehidupan masyarakat

dan dunia usaha, maka tidak sedikit warga

masyarakat yang menaruh kepercayaan

besar terhadap pihak perbankan sebagai

lembaga intermediasi. Kepercayaan yang

tertanam itu bukan hanya didasari pertim-

bangan imbalan bunga atau bagi hasil, me-

lainkan juga karena pertimbangan kea-

manan dana dengan harapan disaat ter-

tentu jika dananya itu diperlukan dapat

diambil tanpa kekhawatiran. Pengawasan

merupakan salah satu fungsi pokok mana-

jemen untuk menjaga dan mengendalikan

agar tugas-tugas yang harus dilaksanakan

dapat berjalan sebagaimana mestinya se-

suai dengan rencana dan aturan yang ber-

laku, maka terbitlah surat keputusan terse-

but dimaksudkan sebagai Pedoman Pelak-

sanaan Pengawasan di Lingkungan Lem-

baga Peradilan.

Tujuan pembinaan dan pengawasan

perbankan oleh Bank Indonesia mencakup

empat aspek, yaitu Power to Licence,

Power to Regulate, Power to Control,

Power to Impose Sunction. Namun

bidang

EKONOMI