< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 4 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.12 No. 1

88

H a l a m a n

dalam melaksanakan audit serta dalam

melaporkan temuan-temuannya. Auditor

juga harus memenuhi persyaratan

independensi dalam Kode Perilaku

Profesional.

3. Penggunaan Kemaharian Profesional

Auditor

diharapkan

memiliki

kesungguhan dan kecermatan dalam

melaksanakan audit serta menerbitkan

laporan atas temuan. Dalam memenuhi

standar ini, seorang auditor yang

berpengalaman harus secara kritis

review

dikerjakan dan dipertimbangan yang

digunakan

oleh

personil

kurang

berpengalaman yang turut mengambil

bagian

dalam

standar.

Standar

penggunaan

kemahiran

ini

mengharuskan seorang auditor berlaku

jujur

dan

tidak

ceroboh

dalam

melakukan audit.

4. Perencanaan

dan

Supervisi

yang

Memadai

Agar suatu audit dapat dikatakan efektif

dan

efisien,

maka

audit

harus

direncanakan dengan baik. Perencanaan

meliputi pengembangan strategi audit

serta rancangan program audit yang

akan digunakan dalam melaksnakan

audit. Supervisi yang benar merupakan

hal yang terpenting karena seringkali

sebagian besar pelaksanaan program

audit dilaksnakan oleh asisten staf

dengan pengalaman yang terbatas.

4. Pemahaman atas Struktur Pengendalian

Intern

Struktur pengendalian intern klien

merupakan faktor yang penting dalam

suatu audit. Struktur pengendalian

internal yang dirancang dengan baik dan

efektif akan mampu melindungi aset

klien dan menghasilkan informasi

keuangan yang andal.

5. Mendapatkan Bukti Audit Kompeten

Yang Cukup

Tujuan akhir standar pekerjaan lapangan

adalah

menyediakan

dasar

yang

memadai

bagi

auditor

untuk

menyatakan pendapat atas laporan

keungan

klien.

Untuk

memenuhi

standar ini diperlukan penggunaan

pertimbangan

profesional

dalam

menentukan jumlah dan mutu bukti

audit yang diperlukan untuk mendukung

pendapat auditor.

Rentang waktu penyelesaian audit

Ketepatan waktu penerbitan laporan

keuangan audit merupakan hal yang sangat

penting, khususnya untuk suatu perusa-

haan. Menurut Lawrence dan Briyan (1988)

Audit

Delay

Audit Delay

yang

dibutuhkan

auditor

untuk

menyelesaikan pekerjaan auditnya, yang

diukur dari tanggal penutupan tahun buku

hingga tanggal diterbitkannya laporan

keuangan audit”.

Sedangkan menurut Subekti dan

Audit Delay

“Perbedaan waktu antara tanggal

laporan keuangan dengan tanggal opini

audit diterbitkan, yang mengindikasikan

tentang lamanya waktu penyelesaian audit

yang dilakukan auditor”.

Audit

Delay

merupakan

jangka

waktu

penyelesaian audit suatu laporan keuangan

antara tanggal laporan keuangan sampai

dengan tanggal auditan. Semakin panjang

Audit Delay

dalam menyelesaikan pekerjaan auditnya.

Audit Delay

kemungkinan keterlambatan penyampaian

laporan keuangan akan semakin besar dan

semakin besar pula kemungkinan informasi

tersebut bocor kepada investor tertentu.

Menurut

Knechel

dan

Payne

(2001:137), audit delay atau disebut juga

reporting lag

tiga, yaitu:

Scheduling lag

antara

tahun

penutupan

buku

perusahaan

dengan

dimulainya

Dr. Ely Suhayati, SE., MSi, Ak.