< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13

Page 2 of 13
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.12 No. 1

110

H a l a m a n

yang mempunyai nilai strategis dari sudut

kepentingan fungsi daya dukung lingkungan

hidup, (BAPPEDA Kota Bandung, 2011).

Sungai Cikapundung yang mempunyai

fungsi dan peran yang sangat penting bagi

perkembangan

Kota

Bandung

sudah

seharunya dijaga kelestarian dan fungsi

sungai tersebut. Indonesia menetapkan

garis sempadan sungai bertanggul di

dalam kawasan perkotaan ditentukan

paling sedikit berjarak 3 m (tiga meter)

dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur

sungai (Pemerintah Republik Indonesia,

2011).

Penetapan

garis

sempadan

sungai

bertujuan sebagai berikut:

1. Agar fungsi sungai termasuk danau dan

waduk tidak terganggu oleh aktivitas

yang berkembang disekitarnya.

2. Agar kegiatan pemanfaatan dan upaya

peningkatan nilai manfaat sumber daya

yang ada di sungai dapat memberikan

hasil secara optimal sekaligus menjaga

ke fungsi sungai.

3. Agar daya rusak air terhadap sungai dan

lingkungannya dapat dibatasi.

Berdasarkan penjelasan penetapan daerah

sempadan

sungai

dalam

peraturan

tersebut, harusnya menjadi acuan untuk

penduduk Indonesia agar tidak bermukim di

sempadan sungai demi menjaga kelestarian

dan kelangsungan fungsi sungai, namun

peraturan yang telah berlaku belum diikuti.

Hal tersebut ditunjukkan dengan masih

banyak bangunan perumahan yang terdapat

dalam garis sempadan sungai di kawasan

perkotaan di Negara Indonesia. Salah

satunya terjadi pada kawasan sempadan

Sungai

Cikapundung

yang

melewati

Kelurahan Tamansari Kota Bandung.

Kondisi pemukiman di daerah sempadan

Sungai Cikapundung Kelurahan Tamansari

sangat padat. Pemukiman di kawasan

tersebut memiliki kepadatan yang tinggi

dengan coverage area antara 60-70%, KDB

mencapai 80-90%. Permasalahan turunan

yang terjadi akibat dari adanya permukiman

warga Kelurahan Tamansari di sempadan

Sungai Cikapundung adalah pencemaran air

sungai yang disebabkan oleh pembuangan

sampah maupun limbah rumah tangga ke

dalam sungai tersebut. Pemukiman yang

padat serta tercemarnya air sungai,

menandakan kerusakan lingkungan Sungai

Cikapundung oleh faktor manusia. Sebagai

upaya memperbaiki kerusakan lingkungan

Sungai Cikapundung, pihak pemerintah

Kota Bandung, pihak swasta maupun

masyarakat melakukan upaya-upaya untuk

perbaikan lingkungan sungai tersebut.

Upaya-upaya

yang

dilakukan

pada

kenyataannya belum membawa lingkungan

Sungai Cikapundung khususnya Kelurahan

Tamansari ke kondisi yang lebih baik. Hal ini

diduga masyarakat kurang mengetahui

upaya-upaya yang dilakukan, sehingga

upaya tersebut kurang berjalan dengan

efektif dan efesien. Oleh karena itu, tujuan

dari

penelitian

ini

yaitu

untuk

mengidentifikasi

tingkat

ketahuan

masyarakat Tamansari yang bermukim di

sempadan Sungai Cikapundung tentang

upaya-upaya perbaikan lingkungan Sungai

Cikapundung.

TINJAUAN PUSTAKA

Upaya

Perbaikan

Lingkungan

Sungai

Cikapundung

Oleh

Pemerintah

Kota

Bandung

Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah

Kota

Bandung

dalam

memperbaiki

lingkungan Sungai Cikapundung terdiri dari:

a) upaya yang sedang direncanakan

(Penyediaan RTH Publik Di Sempadan

Sungai Cikapundung), b) upaya yang sedang

berjalan (Gerakan Cikapundung Bersih), dan

c) upaya yang telah ditetapkan (sanksi).

Rencana Penyediaan RTH Publik Di

Sempadan Sungai Cikapundung

Kebijakan pemerintah Kota Bandung

menjelaskan bahwa salah satu konsepsi

dasar pengembangan kawasan Sungai

Saona Angkotasan, Lia Warlina