< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13

Page 7 of 13
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.12 No. 1

115

H a l a m a n

masyarakat paling tinggi mengenai upaya-

upaya

perbaikan

lingkungan

Sungai

Cikapundung terdapat pada ketahuan men-

genai pelaksanaan festival kukuyaan, dan

tingkat ketahuan masyarakat paling rendah

mengenai upaya-upaya perbaikan lingkun-

gan Sungai Cikapundung adalah pada keta-

huan mengenai bantuan 1000 bibit pohon

trembesi untuk ditanam di daerah sekitar

Sungai Cikapundung.

Pelaksanaan festival kukuyaan merupakan

salah satu upaya yang paling tinggi diketa-

hui masyarakat, jika dibandingkan dengan

semua upaya yang dilakukan untuk perbai-

kan lingkungan Sungai Cikapundung. Hal ini

karena pelaksanaan festival tersebut setiap

minggu, sehingga masyarakat mengetahui

tentang kegiatan tersebut dari melihat lang-

sung, dari tetangga dan dari Ketua RT. Hal

ini berbeda dengan bantuan 1000 pohon

trembesi yang merupakan salah satu upaya

yang paling rendah diketahui masyarakat,

jika dibandingkan dengan semua pengeta-

huan masyarakat tentang upaya-upaya per-

baikan lingkungan Sungai Cikapundung.

Masyarakat mengetahui informasi men-

genai bantuan 1000 pohon trembesi paling

banyak dari ketua RT. Meskipun masyarakat

mengetahuinya melalui rapat RT, namun

pengetahuan tersebut tidak disalurkan/

ditularkan oleh warga yang mengikuti rapat

RT ke warga yang lainnya, maupun masyara-

kat tidak melihat langsung pelaksanaan

kegiatan tersebut, karena pelaksanaan

kegiatan tesebut dilaksanakan di daerah

Sangkuriang Kecamatan Coblong, sehingga

upaya ini merupakan upaya yang paling ren-

dah diketahui masyarakat.

Tinggi rendahnya tingkat ketahuan

masyarakat terkait dengan karakteristik

upaya-upaya perbaikan lingkungan Sungai

Cikapundung dan metode pengembangan

masyarakat yang digunakan dalam

meningkatkan pengetahuan masyarakat

serta sumber informasi. Masyarakat di ka-

wasan sempadan Sungai Cikapundung juga

tidak semuanya tahu tentang upaya-upaya

perbaikan lingkungan Sungai Cikapundung.

Masyarakat yang belum mengetahui infor-

masi tentang upaya-upaya perbaiakan ling-

kungan Sungai Cikapundung, banyak

memilih Ketua RT untuk mendapatkan infor-

masi tersebut. Untuk lebih jelas dapat dili-

hat pada Tabel-tabel 1, 2 dan 3.

Selain itu, perbandingan yang paling

menonjol antara perbaikan lingkungan

Sungai Cikapundung Kota Bandung dan

lingkungan Sungai Code Kota Yogyakarta

yaitu upaya perbaikan di lingkungan Sungai

Code melibatkan semua pihak (masyarakat,

perguruan tinggi, pemerintah Yogyakarta),

ikut berperan aktif untuk memperbaiki ling-

kungan Sungai Code Yogyakarta, terutama

masyarakat di kawasan sempadan Sungai

Code sangat berpartisipasi dalam penataan

lingkungan Sungai Code sedangkan upaya

perbaikan di lingkungan Sungai Cika-

pundung hanya pihak-pihak tertentu. Untuk

lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.

Saona Angkotasan, Lia Warlina