< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 2 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.12 No. 2

212

H a l a m a n

memiliki sistem untuk monitoring jaringan

yang

memadai,

sehingga

ketika

availability

tersedia, admin jaringan yang selanjutnya

disebut admin tidak dapat segera

menangani permasalahan dikarenakan

tidak dapat mengetahui dimana letak

kegagalan terjadi. Admin juga tidak dapat

melakukan antisipasi terhadap kegagalan

yang berulang pada jaringan tesebut.

Seorang admin dapat memanfaatkan

Network Management System

dapat memonitor, mengkonfigurasi,

mengambil catatan statistik performa dari

peralatan jaringan. Manajemen jaringan

adalah kemampuan untuk memonitor,

mengontrol dan merencanakan suatu

jaringan komputer dan komponen sistem.

Monitoring jaringan merupakan bagian dari

manajemen jaringan. Hal yang paling

mendasar dalam konsep manajemen

manager

atau perangkat yang bertugas untuk

agent

perangkat yang dimanajemen.

Simple Network Management Protocol

(SNMP) adalah protokol aplikasi pada

jaringan TCP/IP yang dapat digunakan

untuk pengelolaan dan pemantauan sistem

jaringan komputer. Hampir semua peralatan

jaringan telah mendukung penggunaan

SNMP untuk pemantauannya. Namun

informasi

yang

didapat

dengan

menggunakan SNMP adalah hanya dapat

command prompt

at au

t erm inal,

s ehingga

dalam

penggunaannya menjadi tidak efektif. Hasil

yang diberikan SNMP itu sendiri masih

memiliki kekurangan, yaitu hasil yang

ditampilkan hanya sebatas informasi

kondisi jaringan pada saat itu dan masih

belum ada sistem untuk menyimpan dan

mengolah nilai SNMP lebih lanjut.

Sebuah aplikasi yang dibangun dengan

berbasis web akan dapat memberikan

kelebihan dalam kemudahan akses,

Graphical

User Interface

memudahkan administrator dalam

membaca kondisi jaringan dari nilai yang

diberikan oleh SNMP. Hanya dengan

web browser

dapat membuka aplikasi tersebut dimana

saja selama terhubung dengan jaringan.

Seorang admin dapat membaca hasil dari

agent

sehingga melakukan penanganan secara

dini terhadap gangguan yang terjadi di

jaringan.

TINJAUAN PUSATAKA

Protokol Jaringan Komputer

Untuk menyelenggarakan komunikasi

berbagai macam vendor komputer

diperlukan sebuah aturan baku yang

standar dan disetujui berbagai pihak.

Protokol adalah seperangkat aturan yang

mengatur komunikasi data. Protokol

mendefinisikan apa itu komunikasi,

bagaimana berkomunikasi dan apa yang

terjadi ketika berkomunikasi.

Model OSI

OSI adalah suatu standar komunikasi antar

layer

layer

peran dan fungsi yang berbeda satu

layer

bertanggung jawab secara khusus pada

layer

bertanggung jawab untuk membentuk

layer

lainnya bertanggung jawab untuk

mengoreksi terjadinya kesalahan selama

proses transfer data berlangsung.

Tujuan utama penggunaan model OSI

adalah untuk membantu desainer jaringan

layer

berhubungan dengan aliran komunikasi

data, termasuk jenis-jenis protokol jaringan

dan metode transmisi.

layer

Susmini Indriani Lestariningati, Fathur Rozak