< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9

Page 5 of 9
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.12 No. 2

255

H a l a m a n

Catatan: cara pengisian elemen-elemen

matriks pada Tabel 2.

a) Elemen a[i,j]=1 dimana i=1,2,...., n

(untuk penelitian ini nilai n=5)

b) Elemen matriks segitiga atas sebagai

input

c) Elemen

matriks

segitiga

bawah

mempunyai rumus a[i,j]=

untuk

nilai i ≠ j

3. Menghitung normalisasi matriks pada

Tabel 2 dengan cara (a) menjumlahkan

tiap kolom dan (b) tiap sel pada kolom

dibagi berdasarkan hasil (a).

4. Menghitung Eigen Vektor/Bobot

5. Menghitung Bobot Prioritas

6. Menghitung bobot sintesa

7. Menghitung nilai eigen maksimum,

untuk melakukan pengecekan apakah

matriks yang digunakan konsisten atau

tidak konsisten.

8. Memasukkan data-data nama calon

mahasiswa dalam bentuk matriks

berpasangan untuk setiap kriteria

.

Bentuk matriks dapat dilihat pada tabel

3.

9. Dari tabel 3, kemudaian lakukan

langkah seperti pada nomer 3 sampai

dengan langkah 7.

10. Menghitung nilai prioritas global untuk

masing-masing

calon

mahasiswa

berprestasi, untuk menentukan urutan

mahasiswa mana yang akan dipilih

sebagai mahasiswa berprestasi.

PENERAPAN METODE AHP

Sesuai dengan langkah-langkah penelitian

pada bab IV, proses perhitungan dan

keluaran yang diharapkan untuk studi kasus

sistem mahasiswa berprestasi. Masukkan

awal adalah menentukan nilai kriteria yang

dimisalkan seperti pada Tabel 4.

Setelah masukan data Tabel 4 dihasilkan

nilai pembagian jumlah kolom yang

rumusnya adalah masing-masing sel pada

Tabel 4 dibagi dengan jumlah kolom masing

-masing.

Hasil dari pembagian sel dengan jumlah

kolom pada Tabel 5 dapat ditampilkan pada

Tabel 6 .

Selanjutnya adalah menghitung Eigen,

sistesa dan Prioritas Kriteria dengan

menggunakan rumus Jumlah Baris pada

Tabel 5 dibagi dengan banyak kriteria (5).

Hasil dari perhitungan Prioritas Kriteria

ditampilkan pada Tabel 7

Dari data pada tabel 7, nilai rasio

konsistensi diperoleh -0.10265. Karena

nilai ratio konsistensi ≤ 0.1, maka matriks

diatas konsisten.

Setelah dihasilkan nilai prioritas kriteria,

langkah selanjutnya adalah menghitung

prioritas

personal

calon

dengan

memasukkan skor pada masing-masing

calon mahasiswa berprestasi untuk masing-

masing

kriteria.

Masukkan

tersebut

merupakan pemisalan yang ditampilkan

pada Tabel 7

.

Sri Nurhayati, Sri Supatmi

Nama

Mahasisw

a

M1

M2

M

3

M4

M

5

M

6

M1

M2

M3

M4

M5

M6

Tabel 3. Bentuk Matriks Berpasangan 6

calon mahasiswa berprestasi.