Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 1 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.13 No. 2

227

H a l a m a n

PENGARUH KONSENTRASI LAKTOSA TERHADAP KARAKTERISTIK

SUSU ASAM KEDELAI (SOYHURT)

LINA HERLINAWATI,

Sekolah Tinggi Pertanian Jawa Barat

ERNA HERMAWATI

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cibadak, Sukabumi

Laktosa merupakan sumber karbon yang baik bvagi pertumbuhan mikroba un-

tuk menghasilkan asam laktat selama proses fermentasi susu kedelai.

Penelitian tentang pengaruh konsentrasi laktosa terhadap karateristik soyhurt

telah di lakukan di laboratorium teknologi pangan STP Jabar pada bulan Agustus

sampai dengan bulan Oktober 2014.Tujuan penelitian adalah untuk menen-

tukan konsentrasi laktosa yang tepat agar dihasilkan karakteristik soyhurt yang

baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan

menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 5 perlakuan yang dicobakan

dan masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang di cobakan adalah

konsentrasi laktosa (% b/v) yang terdiri dari A=3%, B=4%, C=5%, D=6%, E=7%.

Untuk menguji pengaruh antar perlakuan maka digunakan uji statistic Jarak

Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsen-

trasi laktosa 6% menghasilkan soyhurt dengan karakteristik baik, penetapan ini

berdasarkan rasa (4,72/ disukai), total asam 0,90, kekentalan 827,80 dan kan-

Keywords : laktosa, fermentasi, soyhurt

PENDAHULUAN

Indonesia sebagai negara tropis mempu-

nyai

potensi

yang

besar

untuk

menghasilkan berbagai macam kacang-

kacangan termasuk kedelai. Jenis ma-

kanan dari kedelai yang sudah lazim yaitu

tempe, tahu, kecap dan tauco, seangkan

hasil olahan dari kedelai yang belum popu-

lar di Indonesia diantaranya susu kedelai,

keju kedelai dan pasta kedelai.

Masalah yang sering tardapat pada ma-

kanan yang terbuat dari kedelai termasuk

juga susu kedelai adalah adanya bau khas

beany flavor

oleh konsumen (Winarno, 1980).

Untuk menghilangkan bau langu yang ter-

dapat pada susu kedelai telah banyak dil-

akukan, dengan melakukan perubahan-

perubahan pada proses pengolahannya

seperti cara perendaman, ekstraksi, pen-

gendapan penambahan bahan pencampur

dan dengan proses fermentasi diantaranya

melalui pembuatan soyhurt (Andhika,

1982). Susu kedelai sebagai kultur media

ternyata tidak dapat di fermentasi oleh bak-

teri yang ditambahkan karena susu kedelai

tidak mengandung laktosa seperti pada

susu sapi, sehingga perlu penambahan

sumber gula dari luar.

bidang

TEKNIK