< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22

Page 14 of 22
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.13 No. 2

156

H a l a m a n

formasi di bidang perdagangan dan inves-

tasi antara Indonesia dan Turki, pada kes-

empatan

ini

juga

diselenggarakan

one on one business meeting

diikuti

40

perusahaan

Indonesia.

business meeting

buyers

secara

langsung dengan pengusaha Indonesia, dan

membangun jejaring bisnis sesuai dengan

produk yang diminati. Secara umum,

perdagangan bilateral Indonesia-Turki sela-

ma ini telah terjalin dengan baik. Tren per-

tumbuhan perdagangan bilateral selama

periode 2010 hingga 2014 tercatat tumbuh

sebesar 16,6 persen per tahun dan men-

capai nilai 2,47 miliar dolar AS pada 2014.

Indonesia selalu menikmati surplus dari

neraca perdagangan bilateralnya dengan

Turki. Pada 2014, ekspor Indonesia ke Turki

sebesar 1,45 miliar dolar AS. Pada 2014,

Turki merupakan negara tujuan ekspor Indo-

nesia ke-23 dan Indonesia merupakan

negara penyuplai Turki terbesar ke-26.

Pengembangan Ekspor Ke Eropa dan Ameri-

ka

Untuk produk handycraft seperti kerajinan

tangan pangsa pasarnya masih cukup ba-

gus terutama ke Amerika dan Eropa, karena

permintaan yang cukup tinggi. Selain itu,

masih terbuka produk UMKM kita lainnya,"

ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Na-

sional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia

Ishak. Di samping itu dari informasi yang

dihimpun Kemendag dari perwakilan

perdagangan di luar negeri, ada beberapa

produk UKM yang memiliki potensi cukup

bagus untuk dipasarkan di Eropa dan Ameri-

ka. Mengingat Kemendag saat ini memiliki

kantor perwakilan perdagangan di luar

Indonesian Trade

Promotion Center

(Atdag), 1 Konsul Dagang di Hong Kong dan

1 lainnya di Taipei. "Ada beberapa informasi

seperti perhiasan dan aksesoris, obat-

obatan herbal, minyak esensial/minyak aro-

materapi, teh, gift product (kado), produk

kulit, bir, sayuran, produk halal, madu,

produk perikanan, payung, pakaian dalam

dan sumplit," tuturnya.

Buyer Mission

Sementara, Kemendag dalam waktu dekat

akan mengeluarkan cara baru mendapat-

kan pembeli dari luar negeri. Program ini

buyer mission

mengundang calon pembeli asing ke Indo-

nesia dengan biaya dan akomadasi yang

dibiayai oleh Kemendag. "Kita punya pro-

buyer mission

wa calon pembeli ke sini. Ini adalah ide baru

dan tahun pertama dan pertama kali. Kita

mulai bulan Mei. Kita berikan fasilitas buyer

US$ 3.000/buyer tetapi harus ada transaksi

dan harus ada bukti transaksi. Kita berani

memberikan transportasi tetapi akhirnya

harus mendapatkan kontrak," jelasnya.

Pengembangan Perijinan Ekspor secara

online

Untuk menghadapi Masyarakat Eknomi Asia

ada juga beberapa persiapan yang telah

dilakukan Kota Bandung, antara lain, mem-

Single

Window

Dengan ystem ini, apabila UKM di Bandung

fashionHandycraft

perizinan ekspor impornya bisa dilakukan

online

ekspor dari Jakarta maupun izin impor ma-

suk ke Manila.

value

addednon value added

sajakah yang ada pada UMKM produk

kreatif

Identifikasi sumber daya yang memiliki

value added dan non value added pada

umkm produk kreatif. Salah satu sumber

daya yang memiliki value added yaitu

Inovasi, menurut Avanti (2011) Inovasi

adalah kesuksesan ekonomi dan sosial

berkat diperkenalkannya cara baru atau

Supriyati, Hery Dwi Yulianto, Apriani Puti Purfini