< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22

Page 18 of 22
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.13 No. 2

160

H a l a m a n

Peranan pemerintah tentu menjadi penting

terutama untuk mengantarkan mereka agar

mampu bersaing dengan pelaku usaha

lainnya dalam memanfaatkan MEA pada

tahun 2015. Beberapa upaya yang perlu

dilakukan pemerintah untuk memperkuat

daya saing UKM menghadapi pasar global

adalah:

a. Meningkatkan kualitas dan standar

produk;

Guna dapat memanfaatkan peluang dan

potensi pasar di kawasan ASEAN dan

pasar global, maka produk yang

dihasilkan UKM haruslah memenuhi

kualitas dan standar yang sesuai dengan

kesepakatan ASEAN dan negara tujuan.

Dalam kerangka itu, maka UKM harus

mulai difasilitasi dengan kebutuhan kuali-

tas dan standar produk yang dipersyarat-

kan oleh pasar ASEAN maupun di luar

ASEAN. Peranan dukungan teknologi un-

tuk peningkatan kualitas dan produktivi-

tas serta introduksi desain kepada para

pelaku UKM yang ingin memanfaatkan

pasar ASEAN perlu segera dilakukan.

b. Meningkatkan akses financial

Isu finansial dalam pengembangan bisnis

UKM sangatlah klasik. Selama ini, belum

banyak UKM yang bisa memanfaatkan

skema pembiayaan yang diberikan oleh

perbankan. Meningkatkan kualitas SDM

dan jiwa kewirausahaan UKM;

Secara umum kualitas SDM pelaku UKM

di Indonesia masih rendah. Terlebih lagi

spirit kewirausahaannya. Kalau mengacu

pada data UKM pada tahun 2008, tingkat

kewirausahaan di Indonesia hanya 0,25%

dan pada tahun 2011 diperkirakan sebe-

sar 0,273%. Memang hal ini sangat jauh

ketinggalan dengan negara-negara lain di

dunia, termasuk di Asia dan ASEAN. Se-

bagaimana

di

Singapura,

tingkat

kewirausahaan di Singapura lebih dari

7% demikian juga di USA, tingkat

kewirausahaannya

sudah

mencapai

11,9%. Oleh karena itu, untuk mem-

perkuat kualitas dan kewirausahaan

UKM di Indonesia, maka diperlukan

adanya pendidikan dan latihan ket-

erampilan, manajemen, dan diklat teknis

lainnya yang tepat, yang sesuai dengan

kebutuhan.

Pengembangan

kewirausahaan juga perlu ditingkatkan.

Pencanangan Gerakan Kewirausahaan

Nasional pada tanggal 2 Februari 2011

lalu harus ditindaklanjuti dengan langkah

grand strat-

egy

pelaksanaan dilapangan yang dilakukan

dalam kaitannya dan bertanggung jawab.

Hal penting yang juga perlu diperhatikan

adalah perlunya dukungan modal awal

terutama bagi wirausaha pemula.

c. Memperkuat dan meningkatkan akses

dan transfer teknologi bagi UKM untuk

pengembangan UKM inovatif;

Akses dan transfer teknologi untuk UKM

masih merupakan tantangan yang

dihadapi di Indonesia. Peranan inkubator,

lembaga riset, dan kerjasama antara lem-

baga riset dan perguruan tinggi serta

dunia usaha untuk alih teknologi perlu

digalakkan. Kerjasama atau kemitraan

antara perusahaan besar, baik dari da-

lam dan luar negeri dengan UKM harus

didorong untuk alih teknologi dari perus-

ahaan besar kepada UKM. Praktek seper-

ti ini sudah banyak berjalan di beberapa

Negara maju, seperti USA, Jerman,

Inggris, Korea, Jepang dan Taiwan. Model

-model pengembangan klaster juga harus

dikembangkan, karena melalui model

tersebut akan terjadi alih teknologi kepa-

da dan antar UKM.

d. Memfasilitasi UKM berkaitan akses infor-

masi dan promosi di luar negeri;

Bagian terpenting dari proses produksi

adalah masalah pasar. Sebaik apapun

kualitas produk yang dihasilkan, kalau

masyarakat atau pasar tidak menge-

tahuinya, maka produk tersebut akan

sulit dipasarkan. Oleh karena itu, maka

pemberian informasi dan promosi produk

-produk UKM, khususnya untuk mem-

perkenalkan di pasar ASEAN harus diting-

katkan. Promosi produk, bisa dilakukan

melalui dunia maya atau mengikuti

kegiatan-kegiatan pameran di luar negeri.

Dalam promosi produk ke luar negeri ini

perlu juga diperhatikan kesiapan UKM

Supriyati, Hery Dwi Yulianto, Apriani Puti Purfini