< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22

Page 5 of 22
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.13 No. 2

147

H a l a m a n

b. Kriteria UMKM

Kriteria Usaha Kecil menurut UU No. 20

tahun 2008 adalah sebagai berikut:

Good Corporate Governance

Definisi

Good

Corporate

Governance

Forum for Corporate Governance

incorporate

governance

didefinisikan

sebagai:

“Seperangkat peraturan yang mengatur

hubungan antara pemegang, pengurus

(pengelola) perusahaan, pihak kreditur,

pemerintah,

karyawan,

serta

para

pemegang

kepentingan

internal

dan

eksternal lainnya yang berkaitan dengan

hak-hak dan kewajiban mereka atau

dengan kata lain suatu system yang

mengendalikan

perusahaan.

Tujuan

corporate

governance

ialah

untuk

menciptakan nilai tambah bagi semua pihak

yang

berkepentingan

(stakeholders)”.

Sedangkan definisi yang tidak jauh berbeda

dikemukakan

oleh

Organization

for

Economic Cooperation and Development

(OECD) sebagai berikut:

“Corporate governance is the system by

which business corporations are directed

and control. The corporate governance

structure specifies the distribution of

right and responsibilities among different

participant in the corporation, such as

the board, the managers, shareholders

and other stakeholder, and spells out the

rule and procedure for making decision

on corporate affairs. By doing this, it also

provides the structure through which the

company objectives are set, and the

means of attaining those objectives and

monitoring performance”.

Kaen (2003:17) menyatakan “corporate

governance pada dasarnya menyangkut

who)

gendalikan jalannya kegiatan korporasi dan

why

an terhadap jalannya kegiatan korporasi.

Yang dimaksud dengan “siapa” adalah para

pemegang saham, sedangkan “mengapa”

adalah karena adanya hubungan antara

pemegang saham dengan berbagai pihak

yang berkepentingan terhadap perusahaan.

Pihak-pihak utama dalam corporate govern-

ance adalah pemegang saham, mana-

jemen, dan dewan direksi. Pemangku

kepentingan lainnya termasuk karyawan,

pemasok, pelanggan, bank dan kreditor

lain, regulator, lingkungan, serta masyara-

kat luas”.

Adanya kegagalan beberapa perusahaan

dan timbulnya kasus malpraktik keuangan

akibat krisis tersebut adalah buruknya prak-

tik Corporate Governance (CG). Karena hal

tersebut GCG akhirnya menjadi isu penting,

terutama di Indonesia yang merasakan pal-

ing parah akibat krisis tersebut. Disamping

itu, banyaknya kasus pelanggaran yang dil-

akukan oleh perusahaan emiten di pasar

modal yang ditangani Badan Pengawas

Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

(Bapepam-LK) menunjukkan rendahnya

mutu praktik GCG di negara kita.

Prinsip Dasar Good Corporate Governance

Prinsip-prinsip dasar dari GCG, pada da-

sarnya memiliki tujuan untuk memberikan

kemajuan terhadap kinerja suatu perus-

ahaan. Secara umum, penerapan prinsip

Ukuran Usaha

Kriteria

Asset

Omset

Usaha Mikro

Maksimal 50 juta

Maksimal 300 juta

Usaha Kecil

> 50 juta – 500 juta

Maksimal 300 juta

Usaha Menengah

> 500 juta – 10 milyar

> 2,5 – 50 milyar

Supriyati, Hery Dwi Yulianto, Apriani Puti Purfini

Tabel 1. Kriteria Usaha Mikro,kecil dan Menengah