< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.13 No. 1

27

H a l a m a n

duduk).

sonkeigo

memanggil orang yang dapat berdiri

sendiri ataupun menyertai kata lain se-

sufikssensei

shachookachoo

anata

prefikssufiks

sonkeigo,TanakasamaSuzu-

kisanmusumesangoiken, okangae

otakuoishasan.

asobasukudasaru,irassharu

okaeri

osobasukaeruoyurushi kuda-

saruyurusumite

irassharumiruyorokonde

irassharuyorokobu

b. Kenjoogo

Kenjoogo

menyatakan rasa hormat terhadap lawan

bicara dengan cara merendahkan diri

sendiri (Hirai, dalam Dahidi dan Sudjianto,

2004). Masih dalam sumber yang sama

kenjoogo

bagai rasa hormat terhadap lawan bicara

atau terhadap teman orang yang dibicara-

kan dengan cara merendahkan orang yang

dibicarakan termasuk benda-benda,

keadaan, aktifitas, atau hal-hal lain yang

ken-

joogo

ditunjukkan melalui penggunaan :

mairukuru-

moosuiuita-

dakumorauukagaukiku-

shitsumon suruhoo-

mon suruomeni kakaru

auagerushashigaeruyaru

oruiruhaiken suru

miru

watakushi

watashi

renyookei

o…suruoai suru

oshirase surushiraseru

okiki

surukikuonarai suru

narauoyomi suruyomu

membaca). Selain itu dapat juga

menggunakan verba bentuk khusus

sasete itadaku

Mizutani, 1987) dengan makna

“izinkanlah atau perkenankanlah saya

untuk melakukan............”.

4.

agerumoosumooshiageruitasu

shiraseru

(memberi tahu, mengumumkan) men-

oshirase itasuoshirase moosu,

oshirase mooshiagerushirasete ageru,

shirasete sashiageru

c. Teineigo

Hirai dalam Dahidi dan Sudjianto (2004)

teineigo

bertutur kata dengan sopan santu yang

dipakai oleh pembicara dengan saling

menghormat atau menghargai perasaan

Oishi Shotaroo

masih dalam sumber yang sama menya-

takan bahwa teineigo yang juga disebut se-

teichoogokeigo

secara langsung menyatakan rasa hormat

terhadap lawan bicara (dengan pertim-

bangan yang khusus terhadap lawan

teineigo

tidak ada hubungannya dengan menaikkan

derajat orang yang sedang dibicarakan. Di-

jelaskan dalam Dahidi dan Sudjianto (2004)

teineigo

desumasu

ikimasuikutabema-

suhon desuhon da

kireikirei da

dah).

2. Prefiks o atau go pada kata-kata terten-

okanekaneomizu

osakegoryooshin

ryooshingoikeniken-

pendapat).

3. Kata-kata tertentu sebagai teineigo sep-

gozaimasu (gozaru)

arimasuaru

Fenny Febrianty, Pitri Haryanti, Soni Mulyawan Setiana