< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 2 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.13 No. 1

46

H a l a m a n

Rangkaian ini juga dilengkapi dengan

pompa air yang hidup matinya diatur dari

mikrokontroler yaitu pompa akan mati jika

bak penampungan hampir penuh dan hidup

kembali saat bak penampungan hampir

kosong, atau bisa dilakukan secara manual.

Peralatan yang terealisasi telah bisa

membantu mengetahui ketinggian air atau

zat cair lainnya lebih mudah dan cepat

berupa tampilan pada LCD. Pompa airpun

bisa bekerja untuk memompa air ke dalam

bak penampungan sesuai dengan kondisi

ketersediaan airnya. Dari sini kita bisa

mengatur pemanfaatan air sehingga bisa

lebih efesien dan tersedia saat kita

butuhkan.

DASAR TEORI

1. Resistor

Resistor adalah piranti elektris yang

berfungsi untuk mengurangi aliran arus dan

pada

waktu

yang

sama

berfungsi

menurunkan tingkat tegangan di dalam

rangkaian. Hubungan antara tegangan yang

diberikan pada resistor dan arus yang

melaluinya diberikan oleh persamaan V=IR.

Ada banyak penerapan untuk resistor.

Resistor dipakai untuk menentukan level

tegangan dan arus, memberikan penurunan

tegangan, menentukan gain secara teliti,

berfungsi sebagai shunt pada alat ukur

amperemeter dan voltmeter, berfungsi

sebagai bagian peredam pada osilator,

berfungsi sebagai termianator bus dan line

pada rangkaian digital dan memberikan

rangkaian umpan balik pada amplifier.[1]

Ada berbagai macam variable resistor

antara lain potensiometer, rheostat dan

trimmer. Potensiometer dan rheostat pada

dasarnya adalah sama tapi rheostat dipakai

secara khusus pada listrik ac daya tinggi,

sedangkan potensiometer biasanya dipakai

untuk listrik dc daya rendah. Potensiometer

dan rheostat dipakai untuk menetapkan

frekwensi. Trimer adalah miniatur dari

potensiometer yang kadang di seting yang

biasanya dilengkapi dengan pin untuk

dimasukkan ke dalam PCB. Trimer dipakai

untuk rangkaian fine tuning yang biasanya

ditaruh

tersembunyi

di

dalam

pembungkusnya.[1]

Gambar 1. Bentuk-Bentuk Potensiometer

Multiturn

2. Relay

DI-Relay 1 adalah modul relay SPDT (single

pole double throw) yang memiliki ketahanan

yang lebih baik terhadap arus dan tegangan

yang besar, baik dalam bentuk AC maupun

DC.

Sebagai electronic switch yang dapat

digunakan untuk mengendalikan ON/OFF

peralatan listrik berdaya besar.

Spesifikasi:

a. Menggunakan relay HKE HRS4H-S-DC5V.

b. Menggunakan tegangan rendah +5 volt

sehingga dapat langsung dihubungkan

pada sistem mikrokontroler.

c. Tipe relay SPDT (single pole double

throw): 1 common, 1 NC (normally close)

dan 1 NO (normally open).

d. Memiliki daya tahan sampai dengan 10A.

e. Pin pengendali dapat dihubungkan

dengan pin mikroprosesor mana saja,

sehingga membuat pemrogram dapat

leluasa menentukan pin mikrokontroler

yang digunakan sebagai pengendalinya.

f. Dilengkapi rangkaian penggerak (driver)

relay dengan level tegangan TTL

sehingga dapat langsung dikendalikan

oleh mikrokontroler.

g. Driver bertipe active high atau kumparan

relay akan aktif saat pin pengendali

diberi logika 1.

h. Driver dilengkapi rangkaian peredam

GGL induksi sehingga tidak akan

Sutono