< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.13 No. 1

47

H a l a m a n

membuat reset sistem mikrokontroler.

Gambar 2. DI-Relay 1

3. Mikrokontroler Arduino

Dengan mengambil contoh sebuah papan

arduino tipe USB, bagian-bagiannya dapat

dijelaskan sebagai berikut:

a. 14 pin input/ouput digital (0–13),

berfungsi sebagai input atau output,

dapat diatur oleh program. Khusus

untuk 6 buah pin 3, 5, 6, 9, 10 dan 11,

dapat juga berfungsi sebagai pin analog

output dimana tegangan outputnya

dapat diatur. Nilai sebuah pin analog

output dapat diprogram antara 0–254,

dimana hal itu mewakili nilai tegangan

0–5 volt.

b. USB, berfungsi untuk: memuat program

dari komputer ke dalam board arduino,

komunikasi serial antara board arduino

dengan komputer, dan memberi daya

listrik kepada board arduino.

c. Sambungan SV1, sambungan atau

jumper untuk memilih sumber daya

board arduino, apakah dari sumber

d. eksternal atau menggunakan USB.

Sambungan ini tidak diperlukan lagi

pada board arduino versi terakhir

karena

pemilihan

sumber

daya

eksternal atau USB dilakukan secara

otomatis.

e. Q1–Kristal (quartz crystal oscillator), jika

mikrokontroler dianggap sebagai otak,

maka kristal adalah jantungnya karena

komponen ini menghasilkan detak-

detak

yang

dikirim

kepada

mikrokontroler agar melakukan sebuah

operasi untuk setiap detaknya. Kristal

ini dipilih yang berdetak 16 juta kali per

detik (16MHz).

f. Tombol Reset S1, untuk mereset board

arduino sehingga program akan mulai

dari awal. Perhatikan bahwa tombol

reset ini bukan untuk menghapus

program

atau

mengosongkan

mikrokontroler.

g. In Circuit Serial Programming (ICSP), port

ICSP memungkinkan pengguna untuk

memprogram mikrokontroler secara

langsung, tanpa melalui bootloader.

Umumnya pengguna arduino tidak

melakukan ini sehingga ICSP tidak

terlalu dipakai walaupun disediakan.

h. IC1–Mikrokontroler Atmega 328,

komponen utama dari board arduino, di

dalamnya terdapat CPU, ROM dan RAM.

i. X1–Sumber Daya Eksternal. Jika

dikehendaki disuplai dengan sumber

daya eksternal, board arduino dapat

diberikan tegangan DC antara 9 – 12

volt.

j. 6 pin input analog (0–5), pin ini sangat

berguna untuk membaca tegangan yang

dihasilkan oleh sensor analog, seperti

sensor suhu. Program adapat membaca

nilai sebuah pin input antara 0–1023,

dimana hal itu mewakili nilai tegangan 0

–5 volt.

Gambar 3. Arduino Atmega 328

Tanpa melakukan konfigurasi apapun,

begitu sebuah board arduino dikeluarkan

dari kotak pembungkusnya ia dapat

langsung

disambungkan

ke

sebuah

komputer melalui kabel USB. Selain

berfungsi sebagai penghubung untuk

pertukaran data, kabel USB ini juga akan

mengalirkan arus DC 5 volt kepada board

Sutono