< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 4 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

6

H a l a m a n

bendungan Oguchi di sungai Tama yang

menyediakan air bersih untuk lebih dari

setengah wilayah Tokyo megalami

kekeringan seiring dengan penurunan

jumlah curah hujan sejak tahun 1961 dan

menyebabkan permintaan akan air bersih

pada waktu itu meningkat. Akibat dari

permintaan air bersih secara nasional yang

terjadi pada tahun 1960-an tersebut,

pemerintah merevisi undang-undang sungai

pada tahun 1964 dengan menambahkan

pembangunan Sumber air bersih sebagai

fokus utama.

Pembangunan sungai dan bendungan me-

nyebabkan dampak negatif terhadap ling-

kungan alami, terutama ekosistem sungai.

Ekstensifnya pembangunan sungai dan

kontruksi bendungan yang merusak ling-

kungan sebagai respon terhadap banjir he-

bat dan krisis air bersih yang terjadi pada

periode sebelumnya, telah memicu kepedu-

lian masyarakat. Masyarakat menjadi

secara aktif ikut serta dalam pergerakan

untuk menjaga kelestarian dan ekosistem

sungai. Sehingga pada tahun 1997,

pemerintah merevisi Undang-undang sungai

dengan menambahkan konservasi ling-

kungan dan keterlibatan/partisipasi

masyarakat dalam merancang kebijakan

pencegahan dan penanggulangan banjir.

Gambar 1.

Keterlibatan masyarakat sesuai

revisi UU Sungai 1997

Sumber Masahiro;2013

Pembangunan selalu menghasilkan jenis

baru dari kerusakan banjir karena urban-

isasi yang aktif. Beberapa tipe baru dari ke-

rusakan banjir muncul di daerah kota yang

awalnya sawah yang berperan sebagai

waduk alami selama musim hujan. Selain

itu, seiring dengan pembangunan infra-

struktur bawah tanah di wilayah kota sejak

tahun 1990, menyebabkan infrastruktur

yang ada di bawah tanah sering membanjiri

Tokyo dan Fukuoka di utara Kyushu setelah

tahun 1999. Oleh karena itu pada tahun

2001, pemerintah merevisi tindakan

pencegahan banjir dengan membangun

area yang berfungsi sebagai waduk/

penyimpan air ketika banjir terjadi.

Gambar 2.

Lapangan tenis yang berfungsi

sebagai penyimpanan air ketika banjir

Sumber Terakawa; 2011

Perubahan iklim yang drastis pada masa

sekarang ini, menuntut Jepang untuk siap-

siap menghadapi jenis banjir lain yang

disebabkan oleh iklim yang tidak stabil. Oleh

karena itu peraturan undang-undang

pencegahan banjir pada tahun 2007 sam-

pai berfokus pada perbaikan system dalam

penyediaan informasi banjir.

2. Pola Pikir dan Budaya

Manusia memandang sesuatu dari sisi dan

cara yang berbeda. Perbedaan ini dipicu

dengan adanya kenyataan bahwa mereka

menetap di tempat yang berbeda dengan

lingkungan alam dan sosial yang berbeda

pula. Setiap lingkungan sosial ini menuntut

setiap individu sosial berperilaku dan

berpikir tertentu. Prilaku dan pemikiran ini

lah yang menjadi cikal bakal dari

kebudayaan. Dengan adanya fakta tersebut

Pitri Haryanti, Retno Purwani Sari, Soni Mulyawan