< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 2 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

142

H a l a m a n

menggunakan frekuensi cahaya, serta

tidak perlu perizinan penggunaan frek-

uensi. Karena kelebihan tersebut, sis-

tem ini sangat cocok untuk jaringan

komunikasi privat (Haryadi:2004).

free space optic

kan salah satu alternatif mengatasi ma-

salah ini. Sistem ini memanfaatkan frek-

uensi cahaya sebagai media transmisi.

Panjang gelombang yang digunakan

infrared

menyesuaikan dengan perangkat optik

yang digunakan untuk jaringan serat.

Teknologi ini memiliki beberapa

bandwidth

sangat besar sehi-ngga dapat memenuhi

rate

tidak memerlukan perizinan penggunakan

frekuensi. Akan tetapi, propagasi

gelombang

optik melalui

udara

amplitude

karena turbulensi atmosfer yang juga

scintillation

dan tetap ada dalam kondisi cuaca

cerah.

Turbulensi atmosfer dapat

menyebabkan sintilasi yang menga-

bit error rate

(Juma’inah, 2012).

Komunikasi

yang

diharapkan adalah adanya keberhasilan

transmitterreceiverTransmmiter

receiver

menerima data yang dikirim, jika terjadi

kesalahan dalam proses pengiriman maka

bit error rates

Keunggulan- keunggulan yang dimiliki

sistem komunikasi ini diantaranya adalah

interferensi

elektromagnetik, keama-nannya yang tinggi,

dimensi perangkat yang lebih kecil dan

bandwidth-

lebar dan kecepatannya yang tinggi.

Bit Errorbit

bit

melalui jalur komunikasi yang telah beru-

noiseinter-

ferensi,bit

throughput

mengetahui kecepatan pengiriman dan pen-

erimaan data yang dapat dilakukan antara

receivertransmitter

nikasi ruang bebas. Sehingga kedepannya

sistem

komunikasi

ini

dapat

lebih

dimanfaatkan untuk dapat mengatasi

permasalahan telekomunikasi yang ada

saat ini. Pada penelitian sebelumnya hanya

throughput

tanpa penutup atau tudung, sehingga

peneliti

menyarankan

agar

mengembangkan

penelitian

dengan

menggunakan tudung dengan tujuan

melindungi berkas cahaya inframerah

dalam pengiriman sinyal informasi dari

throughput

penelitian sebelumnya masih tidak konstan

atau

acak.

Sehingga

pengembangan

penelitian ini menggunakan teropong atau

tudung gelap dengan lensa cembung.

Lingkup kajian pada penelitian ini dibatasi

transmitter

receiver

throughputbit error rates

siang dan malam, dan analisis hasil

throughputbit error rates

(BER).

Permasalahan utama yang dihadapi pada

penelitian ini adalah cara menganalisis

Bit Error Rates

two

sites.

throughput

dihasilkan

receiver

two sites.

Susunan makalah ini yaitu pada bagian 2,

dijelaskan mengenai teori dasar komunikasi

optik ruang bebas, teori matematika yang

mendukung beserta bit error rates dan

throughput. Pada bagian 3, dibahas blok

diagram rangkaian yang dirancang agar

dapat diaplikasikan untuk mendapatkan

data BER dan throughput. Bagian 4

menyajikan hasil eksperimen dan pengujian

data, dan bagian 5 adalah kesimpulan.

Bambang Supeno, Tri Rahajoeningroem, Jessica Sidauruk