< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 3 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

143

H a l a m a n

TEORI DASAR

1. Sistem Komunikasi

Sistem komunikasi secara umum dapat

diartikan sebagai sebuah hubungan atau

pertukaran infor-masi antara satu tempat

dengan tempat yang lain. Informasi sendiri

sebagai sesuatu yang akan disampaikan

dapat berupa data, berita ataupun pesan

yang dilambangkan dalam bentuk simbol/

tanda, tulisan, gambar ataupun suara. Oleh

karena itu dalam komunikasi ada tiga

bagian pokok, yaitu sumber informasi

sebagai pengirim; media transmisi sebagai

pembawa informasi; dan tempat tujuan

informasi sebagai penerima informasi.

Sistem komunikasi meliputi seluruh elemen

atau unsur baik infrastruktur telekomu-

nikasi, perangkat telekomunikasi, sarana

dan pra-sarana telekomunikasi, maupun

penyelenggara telekomunikasi, sehingga

telekomunikasi jarak jauh dapat dilakukan.

Secara sederhana istilah-istilah di atas

dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 1. Sistem Telekomunikasi

(Sumber : Komunikasi dan jaringan nirka-

bel.william.2007)

Pada prinsipnya sebuah proses komunikasi

melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

a. Pesan awal

Proses komunikasi diawali dengan

sebuah pesan atau informasi yang

harus

dikirimkan

dari

individu/

perangkat satu ke perangkat lain.

Pesan/informasi tersebut selanjutnya

dikonversi ke dalam bentuk biner atau

bit yang selanjutnya bit tersebut di-

encode

encoder

b. Transmitter

trans-

mitter

media yang telah dipilih. Dibutuhkan

coaxial

tembaga) yang baik agar gangguan

yang terjadi dapat dikurangi.

c. Reciever

Selanjutnya sinyal tersebut diterima

oleh stasiun penerima. Sinyal tersebut

decodebiner

bit

pesan/informasi asli agar dapat di-

baca/didengar oleh perangkat peneri-

ma.

Pemodelan analisa performansi diawali oleh

Erlang pada tahun 1917, yaitu mempela-

circuit switched

yang menentukan berapa banyak operator

blocking

reasonable

pada tahun 60’an, mempelajari jaringan

data pada internet, yaitu parameter per-

delay

Gambar 2. Proses Analisa Performansi

Analisa performansi jaringan didefinisikan

sebagai suatu proses untuk menentukan

hubungan antara 3 konsep utama,

resources

delaythroughput

Obyektifitas analisa kinerja mencakup anali-

sa sumber daya dan analisa daya kerja.

Nilai keduanya ini kemudian digabung un-

tuk dapat menentukan kinerja yang masih

dapat ditangani oleh sistem. Analisa

performansi

pada

jaringan

komputer

membicarakan sifat dasar dan karakteristik

aliran data, yaitu efisiensi daya kerja,

penundaan dan parameter lainnya yang

Bambang Supeno, Tri Rahajoeningroem, Jessica Sidauruk