< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 7 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

147

H a l a m a n

Bambang Supeno, Tri Rahajoeningroem, Jessica Sidauruk

diper-gunakan untuk memodulasi intensitas

cahaya LED inframerah. Melalui antena

optik berkas cahaya inframerah tersebut

diarahkan

ke

penerima

dengan

menggunakan lensa, agar berkas cahaya

dapat diterima sebanyak mungkin. Pada

penerima berkas sinar yang didapat akan

diubah kembali menjadi besaran listrik lalu

didemodulasikan untuk mendapatkan sinyal

informasi kembali.

Gambar 7. Diagram blok penerima KORUB

Sinyal

mpli

yang

dipancarkan oleh

rangkaian pemancar melalui mplitu pem-

ancar akan diterima oleh mplitud foto mpli.

Besaran cahaya akan diubah menjadi arus

listrik yang sangat kecil dan yang perlu

dikuatkan oleh prepenguat kurang 7500

kali. Setelah dikuatkan, sinyal termodulasi

FM tersebut akan dilewatkan pada pen-

apis untuk membatasi lebar jalur frek-

uensi yang akan diproses. Selanjutnya

akan dilewatkan pada rangkaian pembatas

untuk menghilangkan derau amplitude.

Sinyal yang dikeluarkan dari pembatas

akan

diteruskan

pada

rangkaian

demodulator

FM

yang

berfungsi

memisahkan sinyal informasi dari sinyal

pembawanya. Sinyal informasi yang didapat

akan ditapis kembali dengan rangkaian

deemphasis dari rangkaian pemancar.

Akhirnya sinyal informasi akan dikuatkan

kembali dengan penguat akhir (amplifier).

Perangkat keras yang dipergunakan adalah

sebagai berikut.

Gambar 8. Transciever dengan SPC Infrared

Transciever ini memiliki 4 protokol, yaitu

pulse modulationspace

modulationbiphase modulation

dan raw data. Dapat berfungsi sebagai

transmitterreceiverhalf duplex

Transmitter

Receiver

infraredcarrier

kHz sehingga 42 kHz. Tegangan yang

dibutuhkan = 5 volt.

Perangkat lunak yang dipergunakan adalah

sebagai berikut pada gambar 9 dan 10.

Gambar 9. Tampilan pada pengirim &

penerima