Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 1 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

15

H a l a m a n

KEWAJIBAN ENTITAS SYARIAH MELAKSANAKAN

RISK MANAGEMENT

SRI DEWI ANGGADINI

Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Komputer Indonesia

Manajemen Risiko Pembiayaan Bank Syariah yang memberikan hasil tetap

didapatkan dari pembiayaan yang berakad jual beli dan sewa menyewa.

Sementara pembiayaan yang memberikan hasil tidak tetap didapatkan dari

pembiayaan yang berakad bagi hasil. Berdasarkan dua hal tersebut, maka

produk pembiayaan di bank syariah akan memberikan risiko yang berbeda

antara akad yang satu dengan akad yang lainnya, sehingga dengan demikian

manajemen resiko pembiayaan di bank syariah sangat berkaitan dengan risiko

karakter nasabah dan risiko proyek. Risiko karakter berkaitan dengan hal-hal

yang berkaitan dengan karakter nasabah.Sementara risiko proyek berkaitan

dengan karakter proyek yang dibiayai. Risiko karakter nasabah dapat dilihat

dari aspek : skill, reputasi, dan origin. Sementara resiko proyek yang dibiayai

dapat dilihat dari ciri-ciri atau atribut proyek. Ciri-ciri atau atribut proyek yang

harus diperhatikan untuk meminimalkan resiko adalah : sistem informasi

akuntansi, tingkat return proyek, tingkat resiko proyek, biaya pengawasan,

kepastian hasil dari proyek, klausul kesepakatan proyek, jangka waktu kontrak,

arus kas perusahaan jaminan yang disediakan, tingkat kesehatan proyek dan

prospek proyek.

Keywords

PENDAHULUAN

Perkembangan

perbankan

syariah

mengalami pertumbuhan yang pesat

khususnya sepanjang tiga dekade terakhir

ini, baik di dunia internasional maupun di

Indonesia. Pada era modern ini, perbankan

syariah telah menjadi fenomena global,

termasuk di negara-negara yang tidak

berpenduduk mayoritas muslim. Berikut

kami sampaikan tulisan bersambung

mengenai

manajemen

resiko

untuk

perbankan Syariah. Manajemen risiko

merupakan

unsur

penting

yang

penerapannya sangat perlu diperhatikan,

khususnya pada Bank sebagai salah satu

lembaga keuangan (financial institution).

Bank

Syariah

sudah

pasti

telah

memperhitungkan risiko-risiko ini sebelum

produk tersebut disampaikan kepada

masyarakat.Masyarakat

tidak

perlu

khawatir pula, karena dalam pelaksanaan

operasionalnya, seluruh bank syariah

diawasi. Lembaga-lembaga pengawasan

yang memastikan setiap bank syariah dapat

mengendalikan risiko dengan baik antara

lain Dewan Komisaris, Dewan Pengawas

Syariah, Bank Indonesia, dan Lembaga

Penjamin Simpanan.

Peran Dewan Pengawas Syariah Dewan

Pengawas Syari’ah (DPS) memiliki peran

penting dan strategis dalam penerapan

prinsip syariah di perbankan syariah.DPS

bidang

EKONOMI