< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 10 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

24

H a l a m a n

dengan keasalahan manusiawi (human

error), adanya ketidakcukupan dan atau

tidak berfungsinya proses internal,

kegagalan sistem atau adanya problem

eksternal

yang

mempengaruhi

operasional bank.Tidak ada perbedaan

yang cukup signifikan antara bank

syariah dan bank konvensional terkait

dengan risiko operasional.

5. Risiko Hukum

Risiko yang disebabkan oleh adanya

kelemahan aspek yuridis. Kelemahan

aspek yuridis antara lain disebabkan

adanya tuntutan hukum, ketiadaan

peraturan perundang-undangan yang

mendukung atau lemahnya perikatan

seperti tidak terpenuhinya syarat sahnya

kontrak. Tidak ada perbedaan yang

cukup signifikan antara bank syariah dan

bank konvensional terkait dengan risiko

hukum.

6. Risiko Reputasi

Risiko yang antara lain disebabkan oleh

adanya publikasi negatif yang terkait

dengan usaha bank atau persepsi

negatif terhadap bank. Tidak ada

perbedaan yang cukup signifikan antara

bank syariah dan bank konvensional

terkait dengan risiko reputasi.

7. Risiko Stratejik

Risiko yang antara lain disebabkan

adanya penetapan dan pelaksanaan

strategi

bank

yang

tidak

tepat,

pengambilan keputusan bisnis yang

tidak tepat atau kurang responsifnya

bank terhadap perubahan eksternal.

Tidak ada perbedaan yang cukup

signifikan antara bank syariah dan bank

konvensional terkait dengan risiko

stratejik.

8. Risiko Kepatuhan

Risiko yang disebabkan bank tidak

memenuhi atau tidak melaksanakan

peraturan perundang-undangan dan

ketentuan lain yang berlaku. Tidak ada

perbedaan yang cukup signifikan antara

bank syariah dan bank konvensional

terkait dengan risiko kepatuhan.

PEMBAHASAN

Risk

Management

Entitas syariah merupakan lembaga yang

sedang beranjak maju pada dewasa ini,

dengan berkembangnya hal tersebut maka

risk management

mengawasi dan memberikan gambaran

resiko yang akan terjadi kedepannya.

Lingkungan kerja sangat berpengaruh

risk management

baik lingkungan internal maupun eksternal.

Risiko-risiko tersebut dapat dihindari, tetapi

dapat pula dikelola atau dikendalikan.Oleh

karena itu, entitas syariah memerlukan

serangkaian prosedur dan metodelogi yang

dapat digunakan untuk mengidentifikasi,

mengukur, memantau, dan mengendalikan

risiko yang timbul dari kegiatan usaha yang

dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, proses identifikasi,

pengukuran,

pemantauan,

dan

pengendalian risiko memperhatikan hal-hal

sebagai berikut :

1. Pemetaan Risiko Bisnis

Bank mengembangkan pemetaan risiko

business risk mapping

mengidentifikasi

risiko

utama

yang

mengancam perusahaan. Alat ini membantu

bank untuk mengetahui dan menentukan

tempat dimana risiko berada.Manajemen

harus mengkuantifikasi magnitude dari

risiko dan mengukur potensi dampaknya.

Ada nbeberapa cara yang umum dilakukan,

yaitu:

 Membuat daftar berbagai risiko yang

ada, dengan mengelompokkannya ke

dalam sebuah kuadran tergantung tinggi-

Sri Dewi Anggadini