< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 3 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

17

H a l a m a n

b. UUS (Unit Usaha Syariah)

Unit usaha syariah merupaka unit yang

dibentuk oleh bank konvensional, akan

tetapi dalam aktivitasnya menjalankan

kegiatan perbankan berdasarkan prinsip

syariah. Serta melaksanakan kegiatan lalu

lintas pembayaran. Aktivitas unit usaha

syariah sama dengan aktivitas yang

dilakukan oelh bank umum syariah. Unit

usaha syariah tidak memiliki akta pendirian

secara

terpisah

dari

induk

bank

konvensional.Akan tetapi merupakan divisi

tersendiri atau cabang tersendiri yang

khusus melakukan transaksi perbankan

sesuai syariah.Seperti BII syariah, Bank

Permata Syariah, dan CIMB Niaga Syariah.

Ketika akan mendirikan unit usaha syariah,

biaya yang dibutuhkan mencapai 1/10 T,

menempuh waktu kurang lebih 15 tahun

harus menjadi bank umum syariah dan

biayanya mencapai 500 Miliar, kemudian

10 tahun harus mempunyai dana 1 T.

c. BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah)

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah

bank yang melaksanakan kegiatan usaha

berdasarkan prinsip syariah yang dalam

kegiatannya tidak memberikan jasa dalam

lalu lintas pembayaran.Bank Pembiayaan

Rakyat Syariah tidak dapat melaksanakan

transaksi lalu lintas pembayaran atau

transaksi dalam lalu lintas giral. Fungsi

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah pada

umumnya terbatas pada penghimpunan dan

penyaluran dana saja.

Pendirian Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

tergantung wilayahnya, jika wilayahnya di

jabodetabek maka biaya pendirianyya

sebesar Rp. 2.000.000.000, dan jika diluar

jabodetabek dan pembangunannya di

daerah provinsi maka biaya pendiriannya

mencapai Rp. 1.000.000.000, dan apabila

di dirikan di daerah pedesaan biaya

pendirian yang dikeluarkan sebesar Rp.

500.000.000.

2. Jenis-Jenis Entitas Syariah

a. Bank Syariah

Perbankan syariah adalah suatu sistem

perbankan

y

dikembangkan

syariah (islam.

pembentukan sistem ini didasari oleh

larangan dalam agama islam untuk

memungut maupun meminjam dengan

riba

investasi

dikategorikan haram (misal: usaha yang

berkaitan dengan produksi makanan/

minuman haram) dimana hal ini tidak dapat

dijamin

oleh

sistem

perbankan

konvensional.

Batasan-batasan bank syariah yang harus

menjalankan kegiatannya berdasar pada

syariat Islam, menyebabkan bank syariah

harus menerapkan prinsip-prinsip yang

sejalan dan tidak bertentangan dengan

syariat Islam. Adapun prinsip-prinsip bank

syariah adalah sebagai berikut :

(Al-

Wadiah)

Al-Wadiah

titipan murni dari satu pihak ke pihak

lain, baik individu maupun badan

hukum, yang harus dijaga dan

dikembalikan kapan saja ketika si

penitip menghendaki (Syafi’I Antonio,

2001).

(Profit Sharing)

Sistem ini adalah suatu sistem yang

meliputi tata cara pembagian hasil

usaha antara penyedia dana dengan

(Al-

Tijarah)

(Al-Ijarah)

Al-ijarah

guna atas barang atau jasa, melalui

pembayaran upah sewa, tanpa diikuti

dengan pemindahan hak kepemilikan

Al-ijarah

Sri Dewi Anggadini