< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 4 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

18

H a l a m a n

Ijarah

ijarah al muntahiya bit

tamlik

dan

beli,

dimana

si

penyewa

mempunyai hak untuk memiliki barang

pada akhir masa sewa.

(Fee-Based Service)

Prinsip ini meliputi seluruh layanan

non-pembiayaan yang diberikan bank.

b. Pegadaian Syariah

Rahn

menurut bahasa adalah tetap, kekal, dan

jaminan.Menurut

beberapa

Rahn

perjanjian

penyerahan harta oleh pemiliknya dijadikan

sebagai pembayar hak piutang tersebut,

baik

seluruhnya

maupun

sebagian.

Penyerahan jaminan tersebut tidak harus

bersifat actual (berwujud), namun yang

terlebih penting penyerahan itu bersifat

legal misalnya berupa penyerahan sertifikat

atau surat bukti kepemilikan yang sah suatu

harta jaminan. Menurut mahab Syafi’i dan

Hambali, harta yang dijadikan jaminan

tersebut tidak termasuk manfaatnya.

Gadai syariah adalah produk jasa berupa

pemberian pinjaman menggunakan sistem

gadai dengan berlandaskan pada prinsip-

prinsip syariat Islam, yaitu antara lain tidak

menentukan tarif jasa dari besarnya uang

pinjaman. Perusahaan Umum Pegadaian

adalah satu-satunya badan usaha di

Indonesia yang secara resmi mempunyai

izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga

keuangan berupa pembiayaan dalam

bentuk

penyaluran

dana

ke

masyarakat atas dasar hukum gadai seperti

dimaksud dalm Kitab Undang-Undang

Hukum Perdata pasal 1150 di atas. Tugas

pokoknya adalah memberikan pinjaman

kepada masyarakat atas dasar hukum gadai

agar masyarakat tidak dirugikan oleh

kegiatan lembaga keuangan informal yang

cenderung memanfaatkan kebutuhan dana

mendesak dari masyarakat.

Pada dasarnya Pegadaian Syariah berjalan

atas dua akad transaksi syariah, yaitu :

Akad Rahn.

menahan harta milik si peminjam

sebagai jaminan atas pinjaman yang

diterimanya, pihak yang menahan

memperoleh jaminan untuk mengambil

kembali

seluruh

atau

sebagian

piutangnya.

Akad Ijarah.

guna atas barang dan atau jasa melalui

pembayaran upah sewa, tanpa diikuti

dengan pemindahan kepemilikan atas

barangnya sendiri.

Dari landasan Syariah tersebut maka

mekanisme operasional Pegadaian Syariah

dapat digambarkan sebagai berikut :

Melalui akad rahn, nasabah menyerahkan

barang bergerak dan kemudian Pegadaian

menyimpan dan merawatnya di tempat yang

telah disediakan oleh Pegadaian. Akibat

yang timbul dari proses penyimpanan

adalah timbulnya biaya-biaya yang meliputi

nilai investasi tempat penyimpanan, biaya

perawatan

dan

keseluruhan

proses

kegiatannya. Atas dasar ini dibenarkan bagi

Pegadaian mengenakan biaya sewa kepada

nasabah sesuai jumlah yang disepakati oleh

kedua belah pihak.

Pegadaian Syariah akan memperoleh

keutungan hanya dari bea sewa tempat

yang dipungut bukan tambahan berupa

bunga

atau

sewa

modal

yang

diperhitungkan

dari

uang

pinjaman..

Sehingga di sini dapat dikatakan proses

pinjam meminjam uang hanya sebagai

lipstick

konsumen untuk menyimpan barangnya di

Pegadaian. Produk-produk

pegadaian

syraiah antara lain :

1. Ar-rahn (gadai syariah) adalah produk

jasa gadai yang berlandaskan pada

prinsip-prinsip syariah, dimana nasabah

hanya akan dipungut biaya asministrasi

dan ijaroh (biaya jasa simpan dan

pemeliharaan barang jaminan).

2. Mulia (murabahah logam mulia untuk

Sri Dewi Anggadini