< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 6 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

20

H a l a m a n

Syariah adalah emiten yang kegiatan

usahanya tidak bertentangan dengan

syariah seperti:

a. Usaha perjudian dan permainan yang

tergolong judi atau perdagangan yang

dilarang.

b. Usaha

lembaga

keuangan

konvensional

(ribawi)

termasuk

perbankan

dan

asuransi

konvensional.

c. Usaha

yang

memproduksi,

mendistribusi

serta

memperdagangkan makanan dan

minuman yang tergolong haram.

d. Usaha

yang

memproduksi,

mendistribusi dan/atau menyediakan

barang-barang ataupun jasa yang

merusak moral dan bersifat mudarat.

Selain kriteria diatas, dalam proses

pemilihan saham yang masuk JII Bursa

Efek Indonesia melakukan tahap-tahap

pemilihan yang juga mempertimbangkan

aspek likuiditas dan kondisi keuangan

emiten, yaitu:

a. Memilih kumpulan saham dengan

jenis usaha utama yang tidak

bertentangan dengan prinsip syariah

dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan

(kecuali

termasuk

dalam

10

kapitalisasi besar).

b. Memilih saham berdasarkan laporan

keuangan tahunan atau tengah tahun

berakhir yang meiliki rasio Kewajiban

terhadap Aktiva maksimal sebesar

90%.

c. Memilih 60 saham dari susunan

saham diatas berdasarkan urutan

rata-rata kapitalisasi pasar (market

capitalization) terbesar selama satu

tahun terakhir.

d. Memilih 30 saham dengan urutan

berdasarkan tingkat likuiditas rata-

rata

nilai

perdagangan

reguler

selama satu tahun terakhir.

Pengkajian ulang akan dilakukan 6 bulan

sekali dengan penentuan komponen

index pada awal bulan Januari dan Juli

setiap tahunnya. Sedangkan perubahan

pada

jenis

usaha

emiten

akan

dimonitoring secara terus menerus

berdasarkan data-data publik yang

tersedia.

2. Obligasi Syariah

Sesuai dengan Fatwa Dewan Syari’ah

Nasional No: 32/DSN-MUI/IX/2002,

"Obligasi Syariah adalah suatu surat

berharga jangka panjang berdasarkan

prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten

kepada pemegang Obligasi Syari’ah yang

mewajibkan Emiten untuk membayar

pendapatan kepada pemegang Obligasi

marginfee

serta membayar kembali dana obligasi

pada saat jatuh tempo".

Tidak semua emiten dapat menerbitkan

obligasi syariah. Untuk menerbitkan

Obligasi Syariah, beberapa persyaratan

berikut harus dipenuhi:

core business

halal, tidak bertentangan dengan

substansi Fatwa No: 20/DSN-MUI/

IV/2001. Fatwa tsb menjelaskan

bahwa jenis kegiatan usaha yg

bertentangan dengan syariah Islam

diantaranya: (i) usaha perjudian dan

permainan yang tergolong judi atau

perdagangan yang dilarang; (ii) usaha

lembaga keuangan konvensional

(ribawi), termasuk perbankan dan

asuransi konvensional; (iii) usaha yg

memproduksi, mendistribusi, serta

memperdagangkan makanan dan

minuman haram; (iv) usaha yg

memproduksi, mendistribusi, dan

atau menyediakan barang2 ataupun

jasa yg merusak moral dan bersifat

mudarat.

2. Peringkat investment grade: (i)

memiliki fundamental usaha yg kuat;

(ii) memiliki fundamental keuangan

yg kuat; (iii) memiliki citra yg baik bagi

publik.

3. Keuntungan tambahan jika termasuk

dalam komponen JII.

Sri Dewi Anggadini