< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 8 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

22

H a l a m a n

Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan

Bank Internasional Indonesia.

e. Koperasi Syariah

Koperasi Syariah merupakan sebuah

konversi dari koperasi konvensional

melalui pendekatan yang sesuai dengan

syariat Islam dan peneladanan ekonomi

yang dilakukan Rasulullah dan para

sahabatnya. Konsep pendirian Koperasi

Syariah menggunakan konsep Syirkah

Mufawadhoh yakni sebuah usaha yang

didirikan secara bersama-sama oleh dua

orang atau lebih, masing-masing

memberikan kontribusi dana dalam porsi

yang sama besar dan berpartisipasi

dalam kerja dengan bobot yang sama

pula. Masing-masing partner saling

menanggung satu sama lain dalam hak

dan kewajiban. Dan tidak diperkenankan

salah seorang memasukan modal yang

lebih besar dan memperoleh keuntungan

yang lebih besar pula dibanding dengan

partner lainnya.

Azas

usaha

Koperasi

Syariah

berdasarkan konsep gotong royong, dan

tidak dimonopoli oleh salah seorang

pemilik modal. Begitu pula dalam hal

keuntungan yang diperoleh maupun

kerugian yang diderita harus dibagi

secara sama dan proporsional.

Penekanan manajemen usaha dilakukan

secara musyawarah (Syuro) sesama

anggota dalam Rapat Anggota Tahunan

(RAT) dengan melibatkan seluruhnya

potensi anggota yang dimilikinya.

Kelahiran Koperasi Syariah di Indonesia

dilandasi oleh Kepututsan Menteri

(Kepmen) Nomor 91/Kep/M.KUKM/

IX/2004 tanggal 10 September 2004

Tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan

Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariah.

Risk Management

Menurut Fahmi (2010;2) manajemen resiko

adalah suatu bidang ilmu yang membahas

tentang bagaimana suatu organisasi

menerapkan ukuran dalam memetakan

berbagai permasalahan yang ada dengan

menempatkan berbagai pendekatan

manajemen secara komprehensif dan

sistematis.

Me nu rut

D j oh an put r o

(2 0 0 8 ;4 3 )

manajemen resiko merupakan proses

terstruktur dan sistematis dalam

mengidentifikasi, mengukur, memetakan,

mengembangkan alternatif penanganan

resiko, dan memonitor dan mengendalikan

penanganan resiko.

Menurut

Djojos oedarso

(2 003;4)

manajemen risiko adalah pelaksanaan

f u n gs i - f un gs i

m a n aj em e n

d a l a m

penanggulangan resiko, terutama resiko

yang dihadapi oleh organisasi/perusahaan,

keluarga dan masyarakat. Jadi mencakup

kegiatan merencanakan, mengorganisir,

menyusun, memimpin/mengkordinir, dan

mengawasi (termasuk mengevaluasi)

program penanggulangan resiko.

Dari beberapa pengertian diatas dapat

disimpulkan bahwa manajemen risiko atau

risk management

sistematis dalam memandang sebuah

resiko dan menentukan dengan tepat

penanganan resiko tersebut.

Risk Management

Risio-risiko perbankan pada umumnya

dibandingkan

dengan

bank

syariah,

mengacu pada Bab II pasal 4 butir 1 PBI No.

5/8/PBI/2003 antara lain sebagai berikut:

credit risk

Adalah risiko yang timbul sebagai akibat

kegagalan

pihak

memenuhi

kewajibannya.

Pada

bank

umum,

pembiayaan

disebut

pinjaman,

sementara di bank syariah disebut

pembiayaan, sedangkan untuk balas

jasa yang diberikan atau diterima pada

bank umum berupa bunga (interest loan

atau deposit) dalam persentase yang

sudah ditentukan sebelumnya. Pada

Sri Dewi Anggadini