< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 2 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.14 No. 1

48

H a l a m a n

membutuhkan larva spesies lain atau larva

dari spesiesnya sendiri untuk pangan. Larva

nyamuk Toxorhynchites membutuhkan 20

larva untuk perharinya. Melihat dari kondisi

tersebut ingin diteliti tentang apakah

populasi nyamuk Toxorhynchites dapat

mencegah pertumbuhan populasi nyamuk

Culex quinquefasciatus yang merupakan

vektor dari filariasis.

TINJAUAN PUSTAKA

1. Filariasis

Filariasis adalah penyakit yang menular

yang disebabkan oleh cacing filarial yang

ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk

yang bersifat menahun. Terdapat tiga spe-

Wu-

chereria bancroftiBrugia timoriBrugia

malayi.

dikelenjar dan saluran getah bening sehing-

ga menyebabkan kerusakan pada sistem

limfatik yang dapat menimbulkan gejala

akut dan kronis. Gejala akut berupa pem-

bengkakan pada kelenjar dan saluran getah

bening terutama di daerah pangkal paha

dan ketika tapi dapat pula di daerah lain.

Akibatnya penderita tidak dapat bekerja

secara optimal bahkan hidupnya tergantung

kepada orang lain sehingga menjadi beban

keluarga, masyarakat dan negara.

Vektor untuk penyakit ini adalah beberapa

jenis nyamuk. Berdasarkan penelitian akh-

mad ditemukan bahwa di daerah jawa timur

jenis nyamuk yang mengandung cacing filar-

ial adalah Nyamuk Culex quinquefasciatus.

Nyamuk ini dapat menyebarkan cacing jenis

Wuchereria bancrofti di perkotaan. Nyamuk

ini dikenal dengan nyamuk rumahan karena

merupakan nyamuk yang paling sering

dijumpai di rumah-rumah. Cara penularan:

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi

filariasis apabila orang tersebut digigit

nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang

mengandung larva stadium III ( L3 ).

Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial

kecil (mikrofilaria) sewaktu menghisap

darah penderita mengandung microfilaria

atau binatang reservoir yang mengandung

microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki

gajah ini melalui dua tahap, yaitu

perkembangan dalam tubuh nyamuk

(vektor) dan tahap kedua perkembangan

dalam tubuh manusia (hospes) dan

reservoir (manusia yang darahnya

mengandung mikrofilaria W. bancrofti,

Brugia malayi (periodik) dan Brugia timori).

2. Nyamuk Culex quinquefasciatus

Nyamuk yang termasuk class Insecta ini

banyak sekali jenisnya didunia ini. Mahluk

ini merupakan vektor dari berbagai macam

penyakit. Salah satu contohnya adalah

nyamuk culex quinquefasciatus yang

merupakan vektor filariasis. Memiliki

beberapa ciri yaitu ukuran : 4-10 mm (0.16-

0.4 inci), tubuh terdiri dari kepala, torax,

abdomen, lama metamorposis: 2 minggu.

Setiap siklus hidupnya terdiri dari empat

siklus yaitu telur, larva, pupa dan nyamuk

dewasa. Untuk setiap bertelur dihasilkan

300telut/raft, telur culex quinquefasciatus

diletakan secara satu persatu atau

bergerombol, sesuai dengan jenisnya,

menetas diair. Larva hidup diair dan makan

bahan organik yang tersedia diair atau

pohon sedangkan pupa berbentuk koma,

tidak makan, suatu fase inkubasi untuk

m e n j a d i

n y a m u k

d e w a s a

y a n g

membutuhkan waktu 1 atau 2 hari.

Nyamuk culex betina dewasa untuk

memenuhi kebutuhan protein dalam

pembentukan telur memerlukan darah,

pemenuhan kebutuhan darah yang biasa

diperoleh dari manusia atau binatang yang

dilakukan 2-7hari, ditambah “gula” 1-3 hari.

3. Nyamuk Toxorhynchites

Toxorhynchites merupakan nyamuk yang

paling besar. Nyamuk Toxorhynchites mem-

iliki ciri sayap 12 mm, panjang badan 7 mm.

Kania Evita Dewi, Ednawati Rainarli, Nelly Indriani