< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 4 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 1

16

H a l a m a n

Organisasi yang dibangun melalui

Manajemen Kinerja yang didukung oleh

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan iklim

organisasi

KAJIAN PUSTAKA

1. Pemanfaatan Teknologi Informasi

Berkembangnya

waktu

membuat

perusahaan atau organisasi semakin maju;

maka hasil pekerjaan dituntut untuk tepat

waktu, akurat dan sistematis. Dengan kata

lain, produktivitas kerja tidak dapat hanya

mengandalkan aspek ketrampilan dan

pengorganisasian tetapi diperlukan juga

aspek-aspek yang bersifat mekanistik.

Pada tingkatan ini suatu perusahaan

memasuki periodesasi teknologi dimana

unsur-unsur teknologis diperlukan dalam

mencapai produktivitas kerja yang tinggi.

Salah satu sifat teknologi ialah tidak

mempunyai tenggang rasa dan kadang

bahkan tidak manusiawi karena teknologi

lebih mementingkan akurasi dan ketepatan

waktu yang pada akhirnya berdampak pada

perubahan orientasi para karyawan.

Menurut Bagranof et. al (2010:8) yang di-

maksud dengan teknologi informasi terdiri

hardware, software

komponen sistem terkait yang digunakan

oleh organisasi untuk membangun sistem

informasi berbasis komputer. Sedangkan

Menurut Turban dan Volinino (2011:8),

teknologi informasi merupakan istilah yang

dipakai untuk menjelaskan kumpulan dari

sistem informasi organisasi, user, dan ma-

najemen yang melakukan pengawasan/

pengaturan terhadap sistem informasi ter-

sebut.

Menurut O’ Brien (2009:7) komponen

(1) computer,

(2) hardware, software, (3) internet

jaringan komunikasi lainnya, (4) teknik-

teknik manajemen sumberdaya data ber-

data base management

dan (5) teknologi-teknologi informasi ber-

basis komputer lainnya, sedangkan menurut

Weill (1998) bahwa infrastruktur teknologi

informasi membantu dalam efektivitas

operasi suatu organisasi dalam kaitannya

dengan komunikasi, pelaporan, analisis,

perencanaan, pengontrolan dan pembuatan

keputusan. Sejalan dengan weill, Applegate

et al

(2015) menggunakan istilah infrastruktur

teknologi informasi untuk menjelaskan

komponen-komponen

dari

teknologi

informasi. Istilah “infrastruktur” teknologi

the entire layered fabric

of hardware, software, systems, and media

that collectively deliver IT Services.

Menurut Greaves et al., (1999) bahwa

manfaat

teknologi

informasi

bagi

perusahaan adalah otomatisasi fungsi

bisnis melalui pelayanan jaringan kepada

konsumen dengan biaya yang lebih rendah,

lebih responsif, dan potensi yang lebih

besar

untuk

pelayanan

konsumen.

Sedangkan menurut Lederer et.al., (2001)

Teknologi jaringan memberikan sejumlah

manfaat informasi, sebagaimana bisnis

menggunakan saluran internet untuk

memberikan informasi tentang spesifikasi

produk, harga, dan metoda penyampaian

jasa. Manfaat khusus dari informasi antara

lain: kualitas informasi, kemudahan akses

informasi,

dan

kemampuan

berbagi

informasi.

2. Pentingnya Iklim Organisasi

Menurut Tagiuri dan Litwin dalam Wirawan

(2007) iklim organisasi merupakan kualitas

lingkungan internal organisasi yang secara

relatif terus berlangsung, dialami oleh

anggota organisasi, mempengaruhi perilaku

mereka dan dapat dilukiskan dalam

pengertian satu set karakteristik atau sifat

organisasi. Stringer dalam Wirawan (2007)

mendefinisikan iklim organisasi sebagai

“...collection and pattern of enviromental

determinant ofaroused motivation.”

organisasi sebagai koleksi dan pola

lingkungan yang menentukan munculnya

motivasi.

Eddy Soeryanto Soegoto