< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 6 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.15 No. 1

18

H a l a m a n

mencatat 11 dimensi iklim organisasi yang

dapat diadaptasikan bagi iklim kerja, yaitu :

1). Struktur tugas, 2). Hubungan imbalan

hukum, 3). Sentralisasi keputusan, 4).

Tekanan pada prestasi, 5). Tekanan pada

latihan dan pengembangan, 6). Lingkungan

kerja

yang

aman,

kebersihan

dan

kelengkapan

sarana

prasarana,

7).

Keterbukaan versus ketertutupan, 8). Rasa

kekeluargaan 9). Pengakuan dan umpan

balik,

10).

Status

dan

semangat,

11).Kompetensi dan keluwesan organisasi.

3. Peranan Manajemen Kinerja

Manajemen

kinerja

pada

umumnya

dimaknai sebagai suatu proses yang

bertujuan untuk memperbaiki kinerja

organisasi. Dapat diartikan manajemen

kinerja meliputi : performance management

dan managing employee performance.

Selanjutnya definisi program manajemen

kinerja meliputi: (1) merencanakan, (2)

proses manajemen, dan (3) produktivitas.

Manajemen kinerja meliputi pengelolaan

semua elemen proses organisasi yang

mempengaruhi prestasi meliputi penetapan

tujuan, seleksi & penempatan pekerja,

penilaian, kompensasi, pelatihan, dan

manajemen karir.

Ruang Lingkup Program Manajeman Kinerja

terdiri dari beberapa elemen: (a). Teknologi

(Peralatan, metode kerja), (b). Kualitas dari

input (termasuk material), (c). Kualitas

lingkup fisik (keselamatan, kesehatan

kerja), (d). Iklim dan budaya organisasi

(termasuk supervisi dan kepemimpinan (e).

Sistem

kompensasi

dan

imbalan.

Manajemen

kinerja

meliputi:

1)

Perencanaan

kinerja

(performance

performance

appraisal(feedback

Selanjutnya disebutkan oleh Mathis (2004)

bahwa sistem manajemen kinerja yang

Relevance, Sensitivity,

Reliability,AcceptabilityPracticality.

4. Kinerja Organisasi

Menurut Huang, Binney dan Hede (2010: 4)

kinerja kelembagaan yang terkait dengan

keunggulan

kompetitif

dari

lembaga

pendidikan, dan dapat dievaluasi pada tiga

tingkatan: mahasiswa, staf dan institusi.

Selanjutnya Huang, Binney dan Hede

(2010:5) menyatakan bahwa beberapa

dimensi yang dapat digunakan untuk

menilai kinerja lembaga pendidikan antara

lain : kinerja mahasiswa, kinerja staf dan

kinerja tingkat institusi. Kinerja pemasaran

universitas biasanya diukur dari popularitas

universitas

berdasarkan

pilihan

para

stakeholder, khususnya para pengguna

lulusan/alumni. Dengan demikian konstruk

penelitian kinerja Program Studi dalam

penelitian ini merupakan sesuatu yang

dihasilkan oleh program studi dalam

periode tertentu dengan mengacu pada

standar yang ditetapkan. yang meliputi:

Input (target perolehan mahasiswa), proses

(Lama Studi mahasiswa, hasil akreditasi),

Output (kualitas lulusan/IPK), Impact

(serapan lulusan).

Eddy Soeryanto Soegoto